Jakarta, kameranusantara.id - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menegaskan pentingnya kewaspadaan generasi muda, khususnya mahasiswa dan para remaja, terhadap ancaman penyebaran ajaran radikal dan ideologi anti-NKRI yang selama ini dipromosikan oleh kelompok terlarang seperti Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Imbauan ini disampaikan menyikapi semakin masifnya upaya kelompok radikal memanfaatkan ruang digital, kampus, dan komunitas pemuda untuk menyusupkan paham yang bertentangan dengan Pancasila dan keutuhan negara.
Kepala BNPT menegaskan bahwa kelompok radikal, meskipun telah dibubarkan, tidak pernah berhenti melakukan propaganda. Mereka berusaha menjangkau anak muda melalui diskusi tertutup, penyebaran konten provokatif di media sosial, hingga memanfaatkan isu sosial dan keagamaan untuk menarik simpati. “Mahasiswa dan remaja adalah sasaran utama karena mereka adalah generasi yang kritis, aktif, dan sedang mencari identitas. Ini yang dimanfaatkan kelompok radikal untuk menyebarkan ideologi berbahaya,” ujarnya.
Menurut pemerintah, salah satu modus yang sering digunakan adalah membungkus ideologi radikal dengan narasi intelektual, religius, atau seolah-olah menawarkan solusi cepat bagi masalah bangsa. HTI dan jaringan pendukungnya kerap menyampaikan propaganda bahwa sistem negara harus diganti, mengajak perlawanan terhadap pemerintah, serta mendorong pola pikir intoleran yang memecah belah masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa narasi tersebut jelas bertentangan dengan hukum dan merupakan ancaman langsung terhadap stabilitas nasional.
Sebagai bentuk pencegahan, BNPT meminta mahasiswa untuk lebih selektif dalam mengikuti organisasi, diskusi kampus, maupun kelompok belajar. Para remaja juga diimbau untuk tidak mudah terpengaruh ajakan yang mengatasnamakan agama, namun justru mengarah pada sikap anti-Pancasila. “Kebebasan akademik bukan berarti bebas menyebarkan ideologi yang ingin menghancurkan negara. Pemerintah memberikan ruang kebebasan berpikir, tetapi bukan kebebasan untuk merusak persatuan,” tegas BNPT.
Pemerintah kini memperkuat sinergi dengan kampus, sekolah, dan organisasi kepemudaan untuk memberikan pemahaman moderasi beragama, wawasan kebangsaan, serta literasi digital. Program kontra-radikalisasi secara aktif diterapkan di berbagai perguruan tinggi melalui seminar, dialog kebangsaan, hingga pembinaan mahasiswa baru agar mereka mampu mengenali ciri, pola rekrutmen, dan bahaya kelompok radikal.
Dalam pemantauan BNPT, banyak kasus remaja yang terjerumus paham radikal bermula dari aktivitas daring: grup percakapan tertutup, konten provokatif, hingga ceramah digital yang secara halus menggiring pemikiran anti-toleransi. Karena itu, pemerintah mendorong generasi muda untuk lebih kritis dalam menyaring informasi dan tidak mudah percaya pada narasi yang memecah belah. “Baca lengkap, cek sumber, dan pelajari konteks. Musuh terbesar radikalisme hari ini adalah literasi digital rendah. Pemerintah hadir memberikan pembinaan, tetapi generasi muda harus ikut mengambil peran,” tambahnya.
Selain upaya preventif, pemerintah juga mengingatkan bahwa setiap bentuk dukungan terhadap organisasi terlarang seperti HTI memiliki konsekuensi hukum. Pengawasan terhadap aktivitas kampus dan komunitas terus diperkuat agar ruang pendidikan tidak dimanfaatkan untuk propaganda ideologi radikal.
Mahasiswa dan remaja juga diimbau segera melaporkan jika menemukan kegiatan yang mencurigakan, seperti ajakan mengganti sistem negara, menolak pemerintahan sah, atau mempromosikan narasi anti-Pancasila. “Generasi muda adalah masa depan bangsa. Pemerintah berkomitmen penuh melindungi mereka dari pengaruh ideologi berbahaya. Namun tanpa dukungan mahasiswa dan remaja, upaya ini tidak akan maksimal,” ujar BNPT.
Dengan imbauan ini, pemerintah berharap generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter kuat, terbuka, kritis, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai kebangsaan. Sikap waspada, kecerdasan digital, serta komitmen mencintai NKRI diyakini menjadi tameng paling efektif untuk mencegah penyebaran paham radikal dan menjaga persatuan bangsa.
2.jpg)
1.jpg)

.jpg)












Komentar
Tuliskan Komentar Anda!