Jakarta,Kameranusantara.id - Tim Cegah Satgaswil Sumatera Utara Densus 88 Antiteror Polri menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme kepada 126 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Kantor BP3PMI Sumatera Utara, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kantor BP3PMI Sumatera Utara, Jalan Pendidikan No. 357, Marindal I, Deli Serdang, disambut langsung oleh Kepala BP3PMI Sumatera Utara, Kombes Pol Budi Novijanto, S.H. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pembekalan wawasan kebangsaan merupakan bekal penting bagi CPMI sebelum bekerja di luar negeri agar tetap menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan menjadi duta bangsa yang baik.
Pada sesi pertama, Katim Cegah Satgaswil Sumut Densus 88 AT Polri, Ipda Kunto Adi Wibowo, S.H., M.H., memperkenalkan tugas dan fungsi Densus 88 AT Polri dalam upaya pencegahan penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Para peserta juga diberikan pemahaman mengenai pengertian, ciri-ciri, serta dampak negatif dari paham tersebut terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Memasuki sesi kedua, peserta mendapatkan materi tentang Empat Konsensus Dasar Berbangsa dan Bernegara, yakni Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, peserta diajak memahami pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama, menghormati keberagaman suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA), serta menjaga nama baik Indonesia selama bekerja di luar negeri. Kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif mengenai tantangan sosial dan budaya yang mungkin dihadapi para pekerja migran.
Pada sesi terakhir, Ipda Kunto Adi Wibowo menyampaikan materi mengenai berbagai modus penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme melalui media sosial, platform digital, grup perpesanan, maupun jaringan pertemanan. Para peserta diimbau untuk lebih bijak menggunakan media sosial, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, serta berani menolak segala bentuk ajakan yang mengarah pada tindakan intoleran maupun radikal.
Sebagai penutup, seluruh peserta menyatakan komitmennya untuk tetap memegang teguh nilai-nilai kebangsaan, menaati hukum yang berlaku, serta menolak segala bentuk paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme. Kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para Calon Pekerja Migran Indonesia memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan semangat kebangsaan, sehingga mampu menjadi duta bangsa yang membawa citra positif Indonesia di kancah internasional.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!