Densus 88 AT Polri Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Jambi

Densus 88 AT Polri Gelar Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di Jambi

Jakarta,Kameranusantara.id - Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menggelar sosialisasi pencegahan paham Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme (IRET) bagi kepala sekolah, wakil kepala sekolah, serta pengawas SMA, SMK, dan SLB se-Provinsi Jambi, Senin (2/2/2026).

Kegiatan ini diikuti oleh total 1.781 peserta, terdiri dari 100 orang yang hadir secara luring dan 1.681 peserta yang mengikuti secara daring. Sosialisasi tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta komitmen para pendidik dalam mencegah penyebaran paham radikal di lingkungan pendidikan.

Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri, Kombespol Beri Diatra, menegaskan bahwa Densus 88 terus berkomitmen melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyebaran ideologi radikal di Provinsi Jambi. Menurutnya, paham radikal bertentangan dengan nilai agama dan kebangsaan.

“Tidak ada Islam yang mengajarkan kekerasan. Ideologi radikal adalah pemahaman yang salah dan harus diluruskan melalui pendekatan yang baik, dialogis, dan berkelanjutan,” ujar Kombespol Beri Diatra dalam sambutannya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, M. Umar My, mengapresiasi langkah Densus 88 AT Polri yang melibatkan sektor pendidikan dalam upaya pencegahan IRET. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun ketahanan ideologis di kalangan pendidik dan peserta didik.

“Kegiatan ini merupakan langkah awal untuk memperkuat komitmen bersama dalam melawan pemahaman IRET, baik di kalangan siswa maupun guru, agar lingkungan sekolah tetap aman dan kondusif,” katanya.

Sosialisasi ini juga dihadiri oleh Staf Ahli II Gubernur Jambi, Muktamar Hamdi, yang menekankan peran strategis guru dan orang tua dalam membentengi generasi muda dari pengaruh paham radikal. Menurutnya, sekolah menjadi ruang penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan moderasi beragama.

“Guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui pendidikan, nilai moderasi beragama, toleransi, dan kemampuan berpikir kritis harus terus ditanamkan kepada peserta didik,” tegas Muktamar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pendidik di Provinsi Jambi dapat menjadi agen pencegahan IRET di lingkungan sekolah masing-masing, serta berperan aktif dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, inklusif, dan berlandaskan nilai Pancasila.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement