Elon Musk Soroti Masa Depan AI, Sebut Energi sebagai Mata Uang Sejati

Elon Musk Soroti Masa Depan AI, Sebut Energi sebagai Mata Uang Sejati

Kameranusantara.id - Pendiri Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali menjadi perhatian publik setelah menyampaikan prediksi mengenai masa depan ekonomi global. Menurutnya, dalam satu dekade ke depan atau sekitar tahun 2036, uang tidak lagi menjadi instrumen utama dalam kehidupan manusia karena berbagai kebutuhan akan dipenuhi oleh kecerdasan buatan (AI) dan robot.

Dalam wawancara bersama pemimpin redaksi majalah The Economist, Zanny Minton Beddoes, Musk menggambarkan masa depan sebagai era yang penuh kelimpahan berkat kemajuan teknologi.

"Untuk apa kamu membutuhkan uang? Uang digunakan untuk mendapatkan barang dan jasa-makanan, tempat tinggal, transportasi, hiburan. Jika robot dan AI mampu menyediakan lebih banyak kebutuhan daripada yang bisa dikonsumsi manusia, maka uang tidak lagi berguna," ujar Musk.

Saat ini, Elon Musk masih tercatat sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Sebagian besar kekayaannya berasal dari kepemilikan saham di Tesla dan SpaceX yang terus berkembang seiring kemajuan industri teknologi.

Meski demikian, pernyataan tersebut kembali memunculkan perdebatan. Selama beberapa tahun terakhir, Musk dikenal sering menyampaikan target ambisius yang pada praktiknya mengalami penundaan atau belum sepenuhnya terwujud.

Beberapa di antaranya adalah target mobil otonom Tesla yang semula diproyeksikan beroperasi penuh pada 2018, namun hingga 2026 masih berada dalam tahap pengembangan dan pengujian. Demikian pula rencana peluncuran layanan robotaksi Tesla yang belum terealisasi sesuai jadwal awal.

Target pendaratan manusia di Mars juga mengalami perubahan. Setelah sebelumnya diperkirakan dapat dilakukan pada 2024 atau 2026, jadwal tersebut bergeser menjadi paling cepat pada periode 2028 hingga 2030.

Selain itu, proyek Hyperloop yang diperkenalkan pada 2013 sebagai moda transportasi berkecepatan tinggi belum berhasil diwujudkan dalam bentuk jalur komersial. Sementara transformasi platform X (dahulu Twitter) menjadi aplikasi serbaguna juga masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk penurunan pendapatan iklan.

Dalam kesempatan yang sama, Musk kembali menyampaikan pandangannya mengenai nilai energi dalam sistem ekonomi.

"energi adalah mata uang sejati".

Menurutnya, energi merupakan aset fundamental yang tidak dapat direkayasa seperti nilai mata uang konvensional. Pandangan tersebut kembali memunculkan spekulasi mengenai dukungannya terhadap aset digital, khususnya Bitcoin.

Laporan juga menyebutkan bahwa SpaceX dan Tesla masih memiliki kepemilikan Bitcoin dalam jumlah besar. Di sisi lain, Musk menilai perkembangan teknologi AI turut memengaruhi meningkatnya perhatian investor terhadap aset seperti emas, perak, dan Bitcoin, meskipun pergerakan harga aset kripto sepanjang tahun ini masih mengalami fluktuasi. (hni)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement