Jakarta, kameranusantara.id - Kementerian Agama (Kemenag) merumuskan enam langkah strategis untuk memperkuat kerukunan umat beragama dan menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, mengatakan strategi tersebut mencakup penguatan literasi moderasi digital, penyusunan peta jalan kerukunan berbasis komunitas, pengembangan kewirausahaan sosial lintas iman, revitalisasi pendidikan karakter, peningkatan kapasitas mediator muda, serta audit toleransi secara berkelanjutan.
Menurut Arsad, derasnya arus informasi di era digital menuntut generasi muda menjadi pelopor penyebaran konten positif yang mengedepankan nilai toleransi dan perdamaian.
Selain itu, peta jalan kerukunan berbasis komunitas dinilai penting agar program toleransi dapat terintegrasi dalam pembangunan daerah dan memiliki target yang terukur.
Kemenag juga mendorong penguatan kewirausahaan sosial lintas agama sebagai sarana membangun kerja sama ekonomi yang inklusif. Sementara pendidikan karakter dan pelatihan mediator muda dipandang sebagai langkah efektif untuk mencegah serta menyelesaikan konflik secara damai.
Dalam kegiatan International Youth Interfaith Dialogue di Bekasi, Arsad menegaskan bahwa pembangunan Indonesia yang damai membutuhkan kolaborasi nyata antarkelompok agama, komunitas, dan media.
Ia menilai pemuda memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan melalui kegiatan sosial, dialog terbuka, hingga berbagai aktivitas kreatif yang mampu mempererat hubungan antarumat beragama.
Arsad juga menyoroti peran strategis cendekiawan muda, khususnya dalam meningkatkan literasi keagamaan yang moderat, menjembatani dialog lintas agama, serta menghadirkan inovasi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, nilai kerukunan dan toleransi memiliki landasan kuat dalam ajaran agama, termasuk dalam konsep maqashid syariah yang menekankan perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta. (kls)
Kemenag berharap keterlibatan aktif pemuda lintas agama dan kalangan intelektual muda dapat memperkuat stabilitas sosial sekaligus mendukung terwujudnya pembangunan yang inklusif menuju Indonesia Emas 2045.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!