Jakarta,Kameranusantara.id - Indonesia tidak khawatir dengan ancaman Presiden AS Donald Trump untuk memberlakukan tarif besar-besaran terhadap negara-negara yang terus berdagang dengan Iran, kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada Selasa, dengan alasan keterpaparan komersial Jakarta yang terbatas terhadap Teheran.
Berbicara di sela-sela acara pendahuluan KTT Ketahanan Pangan Jakarta, Airlangga mengatakan Indonesia memandang usulan langkah AS tersebut memiliki dampak minimal terhadap perekonomian domestik, mengingat volume perdagangan bilateral antara Indonesia dan Iran yang relatif kecil.
“Hubungan perdagangan Indonesia dengan Iran tidak signifikan, jadi kebijakan ini tidak menimbulkan kekhawatiran bagi kami,” kata Airlangga, menolak untuk menjelaskan lebih lanjut apakah Jakarta akan mengambil langkah diplomatik atau ekonomi sebagai tanggapan.
. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan global tetapi menekankan bahwa pengumuman AS tersebut tidak boleh dilihat sebagai risiko terhadap stabilitas ekonomi atau prospek perdagangan Indonesia, terutama karena Jakarta tetap fokus pada diversifikasi pasar ekspor dan penguatan kerja sama regional.
Pernyataan Airlangga tersebut menyusul pernyataan Trump di platform Truth Social miliknya, di mana presiden AS mengumumkan tarif impor 25 persen untuk barang dari negara mana pun yang terus berbisnis dengan Iran, di tengah meningkatnya kekhawatiran Washington atas protes anti-pemerintah yang sedang berlangsung di Republik Islam tersebut.
“Berlaku segera, negara mana pun yang berbisnis dengan Republik Islam Iran akan membayar tarif 25 persen untuk semua bisnis yang dilakukan dengan Amerika Serikat,” tulis Trump, menambahkan bahwa langkah tersebut “final dan menentukan.”
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!