Jakarta, kameranusantara.id - Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp17.645 per dolar AS pada pertengahan Mei 2026 mendorong pemerintah bergerak cepat menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Presiden Prabowo Subianto bahkan menggelar rapat terbatas di Istana bersama Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo untuk membahas langkah penyelamatan ekonomi.
Pemerintah menilai kondisi ekonomi nasional masih cukup kuat, terutama karena ditopang ketahanan pangan dan energi di tengah tekanan global. Namun, pelemahan rupiah tetap menimbulkan kekhawatiran karena berpotensi mendorong kenaikan harga barang impor dan menekan daya beli masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, Badan Pusat Statistik mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 mencapai 5,61 persen. Pemerintah menyebut konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja negara menjadi motor utama pertumbuhan. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!