Jakarta, Kameranusantara.id - Posisi duduk ternyata memberi tekanan lebih besar pada tulang belakang dibandingkan saat berdiri. Semakin lama seseorang bertahan dalam satu posisi duduk, tekanan yang muncul pun kian meningkat.
Mengutip laporan Hindustan Times edisi Kamis (12/2), dokter spesialis bedah ortopedi Manan Vora menjelaskan bahwa variasi postur duduk menghasilkan tingkat tekanan yang berbeda pada tulang belakang.
Lantas, apakah duduk tegak lebih baik dibandingkan duduk sedikit membungkuk?
Menurut Dr. Vora, keduanya sama-sama memberikan tekanan pada tulang belakang, sehingga tidak bisa dikatakan satu posisi sepenuhnya lebih baik dari yang lain.
Dokter yang berpraktik di Mumbai, India tersebut menekankan bahwa persoalannya bukan pada mencari postur paling sempurna, melainkan pada durasi seseorang bertahan dalam satu posisi.
Ia menyebut tidak ada satu pun posisi duduk yang sepenuhnya aman bagi tulang belakang jika dilakukan terlalu lama.
Duduk dengan posisi tegak dan kaku selama berjam-jam, jelasnya, dapat meningkatkan kompresi pada tulang belakang. Sementara itu, duduk membungkuk memindahkan beban tubuh dan memperbesar tekanan pada cakram tulang belakang.
"Penelitian menunjukkan bahwa memaksa diri untuk duduk tegak dalam waktu lama sebenarnya dapat meningkatkan kompresi tulang belakang, karena otot inti tetap tegang terus-menerus," katanya.
"Di sisi lain, membungkuk sepenuhnya meratakan lengkungan alami tulang belakang dan seringkali meningkatkan tekanan pada cakram tulang belakang lebih jauh lagi," ia menambahkan.
Sebagai simpulan, dokter ortopedi tersebut menyatakan bahwa baik duduk tegak maupun membungkuk tidak sepenuhnya aman apabila dilakukan tanpa jeda dalam waktu panjang.
Posisi sedikit bersandar dengan dukungan sandaran punggung yang baik memang dapat membantu mengurangi tekanan pada tulang belakang. Namun demikian, posisi ini tetap perlu diselingi dengan pergerakan secara berkala.
"Tulang belakang Anda bukanlah pilar. Ini adalah struktur dinamis yang terdiri atas 24 ruas tulang belakang yang dapat bergerak, cakram elastis, ligamen, dan otot. Secara biologis, tulang belakang dirancang untuk bergerak, bukan kaku," Dr Vora menjelaskan.
Ia menegaskan bahwa postur duduk paling sehat adalah postur yang tidak dipertahankan terlalu lama.
Menurutnya, kunci utama bukan pada kesempurnaan posisi, tetapi pada variasi dan gerakan yang rutin.
Bahkan postur duduk yang dinilai baik sekalipun tetap berpotensi menimbulkan tekanan jika dilakukan terus-menerus tanpa perubahan.
"Intinya, postur paling sehat adalah postur yang Anda ubah secara teratur. Tulang belakang Anda dirancang untuk bergerak, bukan untuk membeku dalam satu posisi," katanya. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!