Krisis Energi Global, Boros BBM Dinilai Bisa Jadi Bom Waktu

Krisis Energi Global, Boros BBM Dinilai Bisa Jadi Bom Waktu

Jakarta, kameranusantara.id - Krisis energi global mulai memicu kekhawatiran terhadap tingginya konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Masyarakat pun diimbau lebih hemat energi dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memanfaatkan transportasi umum.

Pakar kebijakan publik Trubus Rahardiansah menilai budaya boros energi, baik di rumah tangga maupun industri, dapat menjadi ancaman serius jika tidak segera diantisipasi.

“Kalau konsumsi energi terus tinggi sementara masyarakat masih boros, krisis energi bisa terjadi,” ujar Trubus, Jumat (15/5/2026).

Menurutnya, ketergantungan besar terhadap BBM membuat Indonesia rentan terdampak ketika harga minyak dunia melonjak atau pasokan terganggu akibat konflik global.

Ia menilai pemerintah perlu memperketat kebijakan pengendalian konsumsi BBM, termasuk pembatasan subsidi berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.

Selain itu, Trubus juga menyoroti pentingnya konsistensi kebijakan penghematan energi, termasuk penerapan work from home (WFH), yang dinilai perlu diikuti pengawasan dan evaluasi efektivitas.

Menurut dia, konsumsi energi yang tidak terkendali pada akhirnya dapat berdampak pada kenaikan harga barang dan penurunan daya beli masyarakat.

Trubus juga menilai pengembangan transportasi umum harus menjadi prioritas untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan BBM.

Ia mencontohkan layanan transportasi publik seperti JakLingko yang dinilai perlu diperluas hingga menjangkau kawasan permukiman.

Di sisi lain, dampak mahalnya BBM nonsubsidi mulai dirasakan masyarakat perkotaan. Salah satunya Ari, pekerja swasta di Jakarta Selatan, yang mengaku kini lebih jarang menggunakan mobil diesel miliknya sejak harga Pertamina Dex meningkat.

Ia memilih beralih menggunakan transportasi umum seperti TransJakarta untuk menghemat biaya perjalanan harian.

Meski mulai mempertimbangkan kendaraan listrik, Ari mengaku masih menimbang faktor harga dan ketahanan kendaraan sebelum beralih sepenuhnya.

Pengamat menilai perubahan pola konsumsi energi masyarakat menjadi penting di tengah ketidakpastian global agar Indonesia tidak menghadapi tekanan energi yang lebih besar di masa mendatang. (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement