Jakarta, Kameranusantara.id-Suasana di depan Istana Negara pada Minggu (1/9) dipenuhi semangat persatuan ketika ratusan warga Papua yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Papua Indonesia (AMPI) menggelar aksi damai sebagai bentuk loyalitas terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dengan penuh antusias, massa pro NKRI itu menyuarakan cinta mereka kepada Merah Putih dan menolak tegas segala bentuk upaya memecah belah bangsa, termasuk ajakan referendum bagi Papua.
Di tengah aksi damai yang berlangsung tertib itu, koordinator aksi Rio Wanda menyampaikan orasi lantang yang disambut sorak dukungan dari para peserta.
“Papua setia pada Merah Putih, NKRI harga mati. Tidak ada tempat untuk Bintang Kejora bagi kami. Merah Putih yes, Bintang Kejora no!” tegas Rio.
Integrasi Papua Sudah Final dan Diakui Dunia Internasional
Dalam orasinya, Rio mengingatkan publik bahwa integrasi Papua ke Indonesia bukanlah isu yang dapat diperdebatkan kembali. Ia menegaskan bahwa berdasarkan keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pengakuan dunia internasional, Irian Barat, Papua, dan Papua Barat telah sah menjadi bagian Indonesia.
Menurutnya, pihak-pihak yang terus menggulirkan isu referendum dan narasi pemisahan tidak hanya menyesatkan, tetapi juga mengancam persatuan nasional.
“Kita harus waspada. Ada pihak yang sengaja ingin memecah belah bangsa dengan menyebarkan berita bohong dan narasi provokatif,” ujarnya.
Hoaks dan Provokasi Dianggap Ancaman Serius bagi Papua
Rio mengungkapkan bahwa hoaks merupakan salah satu sumber utama konflik di Papua. Ia mencontohkan kasus terbaru berupa penyebaran video masjid terbakar yang beredar di media sosial dan grup WhatsApp. Konten tersebut, kata Rio, dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab untuk memperlebar konflik berbau SARA.
“Mereka menggoreng isu dan bersenang-senang di atas penderitaan masyarakat Papua. Ini tidak bisa dibiarkan,” jelasnya.
Desakan Penegakan Hukum bagi Provokator
Dalam aksi tersebut, massa AMPI juga menyerukan agar Kepolisian menindak tegas para provokator, pengadu domba, dan kelompok yang berafiliasi dengan LSM asing yang berusaha memperkeruh situasi di Papua.
Selain itu, mereka berharap TNI dan Polri terus menjaga keamanan dan memberi perlindungan maksimal kepada masyarakat Papua yang selama ini menjadi korban dari berbagai provokasi dan konflik.
“Rakyat Papua jangan dijadikan korban. Mari kita semua ikut berperan mendamaikan tanah Papua. Kami berdoa konflik di Papua segera berakhir secara damai,” sambung Rio.
Tanda Tangan Petisi Menolak Referendum
Sebagai wujud komitmen terhadap NKRI, para peserta aksi membubuhkan tanda tangan pada kain putih panjang yang dibentangkan di sekitar lokasi. Petisi itu menjadi simbol solidaritas dan penolakan kolektif terhadap gagasan referendum.
“Tanda tangan ini adalah dukungan nyata agar Papua kembali damai dan kondusif. Kita menolak referendum karena status Papua dalam rumah NKRI sudah final,” tegas Rio.
Suara Cinta Papua untuk Indonesia
Aksi damai AMPI tersebut menjadi bukti bahwa banyak warga Papua berdiri tegak bersama Indonesia. Seruan kebangsaan, ajakan menolak provokasi, dan komitmen menjaga perdamaian menggambarkan tekad kuat masyarakat Papua untuk terus berada dalam NKRI.
Dengan semangat “Merah Putih Yes, Bintang Kejora No”, aksi ini sekaligus menjadi pesan kuat bahwa Papua bukan hanya bagian Indonesia secara hukum, tetapi juga secara hati dan kesadaran kolektif rakyatnya.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!