Jakarta, kameranusantara.id - Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian menegaskan bahwa penugasan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang bukan sekadar misi kemanusiaan, tetapi juga menjadi ajang praktik langsung ilmu pemerintahan bagi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan aparatur sipil negara (ASN) Kemendagri.
Hal itu disampaikan Tito usai Apel Pemulangan Personel Satgas Percepatan Aktivasi Pemerintah dan Pelayanan Publik Kemendagri Gelombang I di kompleks perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Menurutnya, pengalaman terjun langsung menangani pemulihan daerah terdampak bencana merupakan kesempatan langka yang tidak semua angkatan dapat rasakan.
Sebagai Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito menjelaskan bahwa Aceh Tamiang termasuk wilayah yang mengalami dampak berat akibat banjir dan longsor. Letak geografis di dataran rendah serta aliran sungai besar membuat daerah ini terdampak limpasan air dari hulu, memicu kerusakan luas hingga ke area perkantoran pemerintah.
Ia menekankan, tolok ukur utama keberhasilan pemulihan pascabencana adalah pulihnya fungsi pemerintahan dan pelayanan publik. Indikatornya mencakup beroperasinya kembali kantor pemerintahan, akses transportasi, layanan kesehatan dan pendidikan, rumah ibadah, jaringan listrik dan komunikasi, distribusi BBM serta elpiji, hingga menggeliatnya kembali aktivitas ekonomi warga. “Yang paling penting adalah apakah pemerintahan sudah berjalan kembali. Karena dari sanalah kebijakan dan pelayanan untuk masyarakat digerakkan,” ujarnya.
Dalam sebulan terakhir, upaya bersama berbagai pihak telah membuahkan hasil. Sejumlah kantor pemerintahan di Aceh Tamiang kini sudah dibersihkan dan mulai difungsikan kembali. Kondisi ini dinilai menjadi fondasi penting untuk menggerakkan kembali roda pelayanan publik secara bertahap.
Tito menambahkan, fokus awal diarahkan pada pemulihan sarana pemerintahan sekaligus membangkitkan semangat ASN agar kembali aktif melayani masyarakat.
Ia juga mengapresiasi peran Praja IPDN, ASN Kemendagri, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri yang terlibat dalam proses pemulihan. Mendagri berharap semangat kebersamaan dan gotong royong tetap terjaga dalam membangun kembali Aceh Tamiang. “Semangat membangun harus terus dijaga, karena masa depan masyarakat Aceh Tamiang ada di tangan para ASN di daerah. Kami di pusat mendorong agar kondisi segera kembali normal,” katanya. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!