Tokyo, kameranusantara.id - Menteri luar negeri negara-negara anggota Kelompok
Tujuh (G7) sepakat mempererat kerja sama dalam menyikapi perkembangan di
Venezuela dan sejumlah isu global lain, termasuk pemulihan demokrasi di negara
Amerika Selatan itu. Keputusan tersebut diambil melalui konferensi telepon
antar-menlu G7, Rabu (7/1/2026).
Dalam pembicaraan berdurasi sekitar 45 menit, pejabat
dari Amerika Serikat memberikan pengarahan tentang kondisi terkini dan prospek
situasi di Venezuela setelah operasi militer besar yang dilancarkan AS dan
penangkapan Presiden Nicolas Maduro pekan lalu.
Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi menyoroti
pentingnya upaya pemulihan demokrasi di Venezuela tanpa penundaan. Ia
menegaskan Tokyo tetap berpegang teguh pada nilai-nilai fundamental seperti
kebebasan, supremasi hukum, dan prinsip demokrasi, yang juga menjadi landasan
kerja sama antaranggota G7.
Selain isu Venezuela, Motegi mencatat G7 akan terus
berkoordinasi dalam menangani konflik lainnya, termasuk perang Rusia-Ukraina,
dengan tujuan mencapai perdamaian yang adil dan berkelanjutan melalui kerja
sama internasional.
Kelompok G7 terdiri dari tujuh negara dengan
perekonomian maju, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Kanada, Prancis, Jerman,
Italia, serta Uni Eropa, yang secara berkala membahas berbagai tantangan global
termasuk keamanan, ekonomi, dan hak asasi manusia. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!