Mentan Umumkan Penurunan Harga Pupuk, Petani Diharapkan Lebih Sejahtera

Mentan Umumkan Penurunan Harga Pupuk, Petani Diharapkan Lebih Sejahtera

Jakarta - Pemerintah secara resmi menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen mulai hari Rabu ini. Kebijakan tersebut menjadi langkah strategis di tahun kedua masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menyatakan bahwa keputusan ini merupakan momen bersejarah karena selama beberapa dekade harga pupuk justru cenderung meningkat secara rutin setiap satu hingga dua tahun.

“Ini adalah berita gembira. Harga pupuk turun 20 persen, berlaku mulai hari ini. Ini tidak pernah terjadi sepanjang sejarah,” ujar Amran.

Penurunan harga diberlakukan untuk dua jenis pupuk utama, yaitu Urea dan NPK. Untuk pupuk Urea, harga per kilogram turun dari Rp2.250 menjadi Rp1.800. Dengan begitu, harga satu sak ukuran 50 kilogram yang sebelumnya Rp112.500 menjadi hanya Rp90.000. Sementara untuk pupuk NPK, harga turun dari Rp2.300 per kilogram menjadi Rp1.840, sehingga harga per sak 50 kilogram menjadi Rp92.000 dari sebelumnya Rp115.000.

Kebijakan ini berlaku secara nasional dan diharapkan dapat langsung berdampak positif terhadap kenaikan Nilai Tukar Petani (NTP), penurunan biaya produksi, serta peningkatan kesejahteraan petani. Amran optimis bahwa sektor pertanian Indonesia akan mengalami lonjakan produksi dalam beberapa tahun ke depan.

“Karena yang pasti adalah NTP naik, kesejahteraan petani naik, biaya produksi turun, otomatis produksi akan naik tahun-tahun berikutnya,” tambahnya.

Amran juga menegaskan bahwa penurunan harga pupuk ini tidak menambah beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan hasil dari efisiensi serta perbaikan sistem tata kelola pupuk. Ia pun mengingatkan para distributor dan pengecer untuk tidak bermain harga.

“Bila Anda menaikkan harga, pada hari itu juga izinnya kami cabut. Tidak ada ruang lagi untuk mempermainkan petani Indonesia,” tegas Amran.

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement