Pangkogabwilhan III Tegaskan Komitmen TNI Jaga Keamanan Papua, OPM Diminta Hentikan Aksi Kekerasan

Pangkogabwilhan III Tegaskan Komitmen TNI Jaga Keamanan Papua, OPM Diminta Hentikan Aksi Kekerasan

Kameranusantara.id - Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Lucky Avianto menegaskan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan melindungi masyarakat di Papua. Ia mengimbau kelompok separatis bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk menghentikan aksi kekerasan yang merugikan masyarakat sipil serta mengganggu pembangunan di wilayah Papua.

"Segera menyerahkan diri dan senjata ke pos keamanan TNI terdekat, kembali ke pangkuan ibu pertiwi, sebelum TNI mengambil tindakan tegas," kata Lucky dalam keterangan yang diterima di Timika, Senin.

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas insiden penyerangan yang menewaskan empat pekerja PT Sutan Harauli Jaya (SHJ) di Distrik Wonimo, Kabupaten Tolikara, Papua Pegunungan, pada Minggu (2/8) malam.

Empat korban yang telah teridentifikasi masing-masing bernama Barengga, Alfons, Arman Sibarani, dan Erlin Aritonang. Berdasarkan keterangan Kogabwilhan III, aksi tersebut diduga dilakukan oleh kelompok OPM yang dipimpin Serius Wanimbo alias Joni Wanimbo alias Botak Wanimbo bersama Teranus Enumbi.

Sebelum kejadian, para pekerja diketahui tengah beristirahat di area perkemahan perusahaan setelah menyelesaikan pekerjaan pembangunan jalan nasional yang dikerjakan untuk Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wamena di Distrik Kanggime, Kabupaten Tolikara.

Menurut Kogabwilhan III, situasi yang semula kondusif berubah ketika kelompok bersenjata melakukan serangan terhadap para pekerja. Akibat peristiwa tersebut, tiga pekerja meninggal dunia di lokasi, sementara satu korban lainnya ditemukan tidak jauh dari area perkemahan dalam kondisi meninggal dunia.

Letjen Lucky menilai aksi tersebut merupakan upaya menghambat pembangunan infrastruktur yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat di wilayah pegunungan Papua.

Merespons kejadian tersebut, Satgas TNI dari Koops Habema segera diterjunkan untuk melakukan evakuasi korban sekaligus melaksanakan pengejaran terhadap para pelaku. Dalam operasi tersebut, personel TNI juga mengamankan satu pucuk senapan serbu jenis SS1 yang ditinggalkan saat pelaku melarikan diri.

"Karena ketakutan dan buru-buru melarikan diri ke dalam rimba, salah seorang anggota OPM meninggalkan 1 lade senapan serbu SS1 miliknya," kata Letjen Lucky Avianto.

Selain itu, TNI juga berhasil mengevakuasi tujuh pekerja lainnya dalam keadaan selamat dan memastikan seluruh korban telah dibawa ke RSUD Mulia, Kabupaten Puncak Jaya untuk penanganan lebih lanjut.

TNI menegaskan akan terus menjalankan tugas menjaga keamanan, melindungi masyarakat sipil, serta mendukung kelancaran pembangunan nasional di Papua demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif. (*)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement