Kameranusantara.co.id - Pemerintah mulai mengkaji kemungkinan perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke luar negeri. Arab Saudi menjadi negara pertama yang dipertimbangkan setelah muncul aspirasi dari warga negara Indonesia (WNI) yang menetap di Jeddah agar program tersebut juga dapat dinikmati oleh anak-anak diaspora dan keluarga pekerja migran.
Gagasan tersebut mengemuka saat Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melakukan kunjungan ke Sekolah Indonesia Jeddah pada akhir Mei 2026. Dalam kesempatan itu, para siswa dan tenaga pendidik menyampaikan harapan agar program MBG yang saat ini berjalan di Indonesia dapat diperluas untuk pelajar Indonesia yang berada di Arab Saudi.
Menurut Dadan, antusiasme masyarakat Indonesia di Jeddah cukup tinggi karena mereka mengikuti perkembangan program MBG yang tengah dijalankan pemerintah di Tanah Air.
"Mereka sangat well-informed dengan informasi yang ada di Indonesia terkait dengan MBG. Kelihatannya mereka sebagai warga negara Indonesia merasa memiliki hak yang sama, dan menginginkan juga program ini dilaksanakan di sana," kata Dadan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah.
Data BGN menunjukkan terdapat sekitar 1.408 siswa yang berpotensi menjadi penerima manfaat awal jika program tersebut direalisasikan. Jumlah tersebut terdiri dari sekitar 1.008 siswa di Sekolah Indonesia Jeddah dan sekitar 400 siswa lainnya yang berada di Makkah.
Arab Saudi dinilai memiliki peluang besar menjadi lokasi percontohan pertama pelaksanaan MBG di luar negeri. Selain jumlah pelajar Indonesia yang cukup banyak, keberadaan komunitas diaspora yang kuat juga dinilai dapat membantu mendukung implementasi program tersebut.
Dalam proses kajian, BGN mempertimbangkan keterlibatan pengusaha diaspora Indonesia di Jeddah untuk mendukung pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Skema tersebut diharapkan dapat mempermudah penyediaan makanan sekaligus menyesuaikan kebutuhan menu dengan kondisi setempat.
Dadan menjelaskan bahwa menu MBG yang nantinya disajikan tidak harus sama dengan di Indonesia. Penyesuaian akan dilakukan berdasarkan harga bahan pangan, ketersediaan pasokan, serta kebutuhan penerima manfaat di Arab Saudi.
Meski demikian, biaya pelaksanaan program di luar negeri diperkirakan lebih tinggi dibandingkan di dalam negeri. Jika biaya satu porsi MBG di Indonesia berkisar Rp15.000, maka harga bahan baku makanan di Arab Saudi diperkirakan mencapai 15 hingga 20 riyal atau sekitar Rp70.000 hingga Rp94.000 per porsi.
Dengan target awal sebanyak 1.408 siswa, kebutuhan anggaran harian diperkirakan dapat melampaui Rp132 juta. Nilai tersebut belum termasuk biaya operasional, distribusi, pembangunan fasilitas pendukung, maupun kebutuhan logistik lainnya.
Pemerintah juga tengah mengkaji berbagai opsi pendanaan, termasuk kemungkinan melibatkan pelaku usaha diaspora Indonesia di Arab Saudi melalui skema rekening bersama. Namun mekanisme pengawasan, audit, serta tata kelola penggunaan dana negara di luar negeri masih memerlukan pembahasan lebih lanjut.
Selain persoalan anggaran, pelaksanaan program juga membutuhkan dukungan regulasi dan koordinasi lintas kementerian. Pemerintah perlu memastikan seluruh aspek administratif dan perizinan dapat dipenuhi, termasuk koordinasi dengan otoritas Arab Saudi apabila program tersebut dijalankan.
Dadan menegaskan bahwa rencana perluasan MBG ke luar negeri masih berada pada tahap kajian dan belum menjadi keputusan resmi pemerintah. Seluruh hasil kunjungan dan masukan yang diperoleh akan terlebih dahulu dilaporkan kepada Presiden sebelum diputuskan langkah selanjutnya.
"Tergantung nanti setelah saya pulang. Lapor dulu (ke Presiden), saya tidak berani mendahului," ujarnya.
Ke depan, rencana tersebut akan dibahas bersama sejumlah kementerian terkait, antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.
Sebagai program prioritas nasional, MBG terus diperluas di berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 2026, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp268 triliun untuk program tersebut. Hingga April 2026, realisasi anggaran dilaporkan telah mencapai sekitar Rp75 triliun dengan jumlah penerima manfaat sekitar 62 juta orang yang terdiri atas siswa, balita, dan ibu hamil.
Apabila memperoleh persetujuan pemerintah, Arab Saudi berpeluang menjadi negara pertama yang menerapkan Program Makan Bergizi Gratis bagi pelajar Indonesia di luar negeri. Namun sebelum direalisasikan, berbagai aspek pendanaan, regulasi, serta kesiapan teknis masih akan dikaji secara komprehensif. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!