Makassar, kameranusantara.id – Polemik seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Sulawesi Selatan yang sempat ramai diperbincangkan publik mulai mereda. Keluarga Cathlyn Yvaine Lesmana akhirnya menyatakan menerima dan menghormati keputusan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) terkait penetapan wakil Sulsel untuk bertugas di tingkat nasional.
Sikap tersebut disampaikan setelah berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Sulawesi Selatan yang membahas berbagai persoalan dan masukan terkait proses seleksi Paskibraka 2026.
Kuasa hukum keluarga Cathlyn, Sunarto Eko Tomo, mengatakan pihak keluarga memilih menerima hasil yang telah ditetapkan dan berharap polemik yang berkembang selama beberapa waktu terakhir dapat segera berakhir.
"Keluarga menghormati keputusan yang telah diambil dan berharap proses seleksi ke depan semakin baik," ujarnya.
Sunarto juga menepis berbagai spekulasi yang mengaitkan hasil seleksi dengan isu diskriminasi maupun perbedaan etnis. Menurutnya, keluarga tidak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi isu yang dapat memecah persatuan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memberikan dukungan kepada para peserta yang telah terpilih untuk menjalankan tugas negara.
Sikap serupa disampaikan Cathlyn. Ia mengajak masyarakat untuk menghormati hasil seleksi dan mendukung para peserta yang dipercaya mewakili Sulawesi Selatan di tingkat nasional.
Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) dan Gema INTI yang turut mengawal perkembangan kasus ini juga mendorong agar polemik tidak lagi diperpanjang. Mereka berharap para siswa yang telah berjuang dalam proses seleksi tetap mendapatkan dukungan moral dan tidak kehilangan semangat akibat perdebatan yang sempat berkembang di ruang publik.
Meski tidak terpilih sebagai delegasi tingkat nasional, Cathlyn Yvaine Lesmana dan Meivylicha tetap mendapat kepercayaan menjadi anggota Paskibraka Provinsi Sulawesi Selatan.
Keduanya dijadwalkan bertugas pada upacara peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan pada Agustus 2026 mendatang.
Keluarga menyatakan tetap bangga atas pencapaian tersebut dan mendukung seluruh putra-putri terbaik Sulsel yang mendapat amanah sebagai pengibar bendera.
Dengan diterimanya hasil seleksi oleh seluruh pihak terkait, polemik yang sempat menyita perhatian publik kini berangsur reda. Berbagai kalangan berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat transparansi, objektivitas, dan akuntabilitas proses seleksi Paskibraka pada masa mendatang. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!