Jakarta, suarabersama.id - Istana memberikan respons terhadap peristiwa tragis kematian Yohanes Bastian Roja, siswa SD berusia 10 tahun dari Ngada, Nusa Tenggara Timur, yang mengakhiri hidupnya. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengingatkan pemerintah daerah, termasuk kepala desa dan dusun, untuk lebih aktif dalam memantau keadaan masyarakat, terutama kelompok rentan.
“Pemerintah daerah harus terus memonitor dan melaporkan warganya yang tidak tercatat sebagai penerima manfaat dari program-program pemerintah,” bunyi pernyataan Prasetyo dalam jumpa pers di Istana Merdeka pada Rabu, 4 Februari.
Prasetyo juga menegaskan komitmen pemerintah untuk mencari cara mencegah insiden serupa di masa depan. Ia telah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Sosial, dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah terkait masalah ini.
“Saya pastikan intervensi pemerintah harus menyentuh setiap lapisan masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan,” tambahnya.
Evaluasi Kebijakan Penghapusan Kemiskinan
Insiden di NTT dijadikan bahan evaluasi untuk kebijakan penghapusan kemiskinan yang sedang berjalan. Prasetyo menyatakan perlunya perbaikan dalam sistem pendataan dan laporan untuk meningkatkan kepedulian sosial kepada masyarakat.
Gubernur Nusa Tenggara Timur, Melki Laka Lena, menambahkan bahwa keluarga Yohanes tidak termasuk penerima bantuan sosial karena masalah administrasi kependudukan. “Keluarga ini terdaftar di Nagekeo, meski telah tinggal di Jerebuu selama bertahun-tahun,” katanya.
Melki meminta pemerintah setempat untuk segera menyelesaikan masalah adminduk agar ke depan tidak ada lagi keluarga yang terlewat dari bantuan pemerintah.
Ia berharap kejadian serupa tidak terulang dan memerintahkan seluruh kepala daerah untuk memastikan pendataan yang valid terhadap keluarga miskin yang layak menerima bantuan sosial. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!