Respons Pemerintah soal Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras

Respons Pemerintah soal Kasus Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jakarta,Kameranusantara.id - Tina mengatakan tindakan kekerasan seperti ini tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pemerintah menyampaikan keprihatinan atas peristiwa penyerangan air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pada Kamis (12/3/2026). Tindakan kekerasan tersebut dinilai tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Tindakan kekerasan seperti ini tidak dapat dibenarkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi hukum, kemanusiaan, serta nilai-nilai demokrasi," ujar Staf Khusus Wakil Presiden, Tina Talisa, dalam keterangan tertulis, Minggu (15/3/2026).

Tina menyebut, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan kepada aparat penegak hukum agar mengusut kasus ini secara profesional, transparan, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Katanya, negara berkepentingan memastikan bahwa setiap tindakan kekerasan terhadap warga negara ditangani secara serius dan berkeadilan.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming juga menyampaikan bahwa dari peristiwa ini penting untuk memastikan keselamatan setiap warga negara serta menjaga ruang demokrasi agar tetap sehat dan terbuka. Menurut Gibran, pemerintah memastikan bahwa korban akan memperoleh penanganan medis serta dukungan pemulihan yang diperlukan.

Selain itu, pemerintah juga terus memantau perkembangan proses penegakan hukum yang sedang berlangsung.

"Negara berkomitmen untuk terus memperkuat perlindungan terhadap warga negara serta memastikan bahwa ruang demokrasi tetap terjaga," kata Tina.

Pemerintah juga mengimbau seluruh pihak untuk memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang tengah berjalan serta bersama-sama menjaga situasi yang kondusif di masyarakat.

“Seluruh pihak diharapkan memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berjalan dan bersama-sama menjaga situasi yang kondusif,” tutur Tina.

Sebelumnya, Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, mendapat serangan berupa penyiraman cairan yang diduga air keras yang mengarah ke tubuhnya pada Kamis, 12 Maret 2026, di kawasan Jalan Salemba I–Talang, Jakarta Pusat.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mendesak aparat penegak hukum segera mengusut tuntas serangan penyiraman air keras terhadap Andrie. Dimas menilai serangan tersebut merupakan bentuk teror terhadap kerja-kerja pembela hak asasi manusia.

“Atas informasi yang kami himpun tersebut, kami menilai bahwa tindakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat khususnya pembela HAM, yang apabila merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999,” kata Dimas dalam keterangan pers yang dirilis di Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Dimas menjelaskan bahwa saat itu Andrie baru saja selesai melakukan perekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI.”

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement