Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.762 per Dolar AS, Analis Prediksi Tekanan Masih Ada

Rupiah Dibuka Menguat ke Rp 16.762 per Dolar AS, Analis Prediksi Tekanan Masih Ada

Jakarta, kameranusantara.id - Nilai tukar rupiah menguat pada pembukaan perdagangan pasar spot Selasa (3/2/2026). Mata uang Indonesia naik 36 poin atau 0,21 persen ke level Rp 16.762 per dolar AS.

Namun, analis Doo Financial Futures Lukman Leong mengingatkan bahwa rupiah masih berpotensi tertekan terhadap dolar AS. Sentimen utama berasal dari penguatan dolar akibat rilis data manufaktur Amerika Serikat yang jauh lebih baik dari ekspektasi pasar. Data kuat ini menguatkan keyakinan bahwa perekonomian AS masih solid dan ruang penurunan suku bunga The Fed semakin sempit.

Selain itu, pernyataan bernada hawkish dari pejabat Federal Reserve cabang Atlanta, Raphael Bostic, juga mendorong dolar tetap kuat. Bostic menilai kebijakan moneter perlu tetap ketat lebih lama untuk memastikan inflasi terkendali. “Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS yang kembali menguat menyusul data manufaktur yang jauh lebih kuat dari perkiraan dan pernyataan hawkish dari pejabat The Fed,” ujar Lukman.

Sentimen internal juga memberi tekanan. Pasar ekuitas domestik tampak rentan terhadap tekanan jual, yang bisa mendorong aliran modal asing keluar dan menambah beban pada rupiah. Lukman memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp 16.700–Rp 16.850 per dolar AS.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka turun pada perdagangan Selasa pagi. IHSG berada di level 7.895,97, turun 26,76 poin atau 0,34 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Data Bursa Efek Indonesia mencatat IHSG sempat bergerak antara 7.872,57 dan 7.897,24 pada awal sesi.

Volume perdagangan mencapai 1,51 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 1,06 triliun dan frekuensi 98.428 kali. Dari total saham yang diperdagangkan, 275 saham menguat, 200 melemah, dan 185 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sekitar Rp 14.214,69 triliun

Secara umum, kombinasi tekanan eksternal dari penguatan dolar dan kehati-hatian investor domestik diperkirakan akan terus memengaruhi pergerakan rupiah dan pasar saham dalam waktu dekat. (kls)

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement