Jakarta - Kelompok kriminal bersenjata (KKB) kembali melakukan aksi pembakaran terhadap fasilitas pendidikan di wilayah Pegunungan Bintang. Kali ini, gedung SMP Negeri Kiwirok di Desa Sopamikma, Distrik Kiwirok, Papua, hangus terbakar pada Senin (13/10/2025) pagi, sekitar pukul 07.00 WIT.
Kepala Operasi Damai Cartenz 2025, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengonfirmasi kejadian tersebut. Ia mengatakan, aparat di lapangan sempat melihat tujuh anggota KKB Kodap XV Ngalum Kupel yang diduga kuat sebagai pelaku pembakaran.
“Bangunan lama SMP Negeri Kiwirok dibakar oleh KKB Kodap XV Ngalum Kupel. Personel kami langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan situasi dan melakukan pengamanan,” ujar Brigjen Faizal, dikutip melalui detikSulsel, Senin (14/10/2025).
Kontak Tembak Terjadi
Saat aparat keamanan tiba di sekitar Bandara Kiwirok, terdengar suara tembakan dari arah lokasi pembakaran. Kontak tembak pun tak terhindarkan antara tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz dengan kelompok bersenjata tersebut.
“Sesaat setelah personel tiba di ujung Bandara Kiwirok, terdengar satu kali letusan senjata dari arah lokasi pembakaran. Tim kemudian merespons dan melakukan pengejaran hingga KKB mundur ke arah Kampung Kotobib,” jelas Faizal.
Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, gedung sekolah dilaporkan rusak berat akibat api yang membakar seluruh bangunan utama. Aparat kini memperketat pengamanan di sekitar distrik Kiwirok untuk mencegah aksi serupa.
Sekolah Sudah Dua Kali Dibakar
Aksi ini bukan yang pertama kali terjadi. Gedung SMP Negeri Kiwirok sebelumnya juga pernah dibakar oleh KKB pada 2022. Pemerintah daerah saat itu baru saja memulai proses perbaikan sebelum insiden kedua ini kembali menghancurkan fasilitas pendidikan di wilayah pegunungan yang terpencil itu.
Menurut laporan aparat, Kiwirok merupakan salah satu distrik dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap serangan KKB. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok bersenjata aktif menyerang fasilitas publik seperti sekolah, puskesmas, dan kantor pemerintahan.
Langkah Aparat dan Pemerintah
Pascakejadian, aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan penyisiran dan patroli di area sekitar lokasi pembakaran. Pemerintah daerah bersama Dinas Pendidikan Papua Pegunungan berupaya memastikan proses belajar mengajar tetap bisa berjalan, meskipun dilakukan sementara di lokasi alternatif.
“Kami berkoordinasi dengan aparat keamanan dan Dinas Pendidikan untuk menyiapkan tempat belajar darurat bagi para siswa. Pendidikan anak-anak tidak boleh berhenti karena aksi kekerasan,” ujar salah satu pejabat daerah Pegunungan Bintang.
Operasi Damai Cartenz menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas keamanan di wilayah pegunungan. Aparat juga menegaskan akan mengejar pelaku pembakaran dan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!