PALANGKARAYA, kameranusantara.id – Sebanyak 156 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan yang disalurkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Seruyan Hilir Kuala Pembuang I. Hasil uji laboratorium Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya bakteri pada sejumlah sampel makanan.
Menindaklanjuti temuan tersebut, BGN menghentikan sementara operasional SPPG Seruyan Hilir Kuala Pembuang I sejak 1 Agustus 2026 untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.
Koordinator Wilayah BGN Seruyan, Muhammad Raffin, mengatakan penghentian operasional dilakukan agar pengelola dapat memperbaiki berbagai aspek, mulai dari standar higiene sanitasi, kualitas air, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), hingga kelengkapan administrasi.
"Hasil laboratorium yang kami terima pada 1 Agustus menunjukkan beberapa sampel makanan mengandung bakteri," ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Raffin menjelaskan, makanan MBG mulai didistribusikan pada Selasa (28/7). Namun, laporan adanya gangguan kesehatan baru diterima sehari kemudian, sehingga BGN terlebih dahulu melakukan penelusuran untuk memastikan keterkaitan antara keluhan para siswa dengan menu MBG yang dikonsumsi.
Tim BGN bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Seruyan kemudian melakukan investigasi ke sejumlah sekolah, termasuk SMP Negeri 1 Kuala Pembuang dan SMA Negeri 1 Kuala Pembuang, yang melaporkan adanya siswa dan guru mengalami mual, diare, pusing, serta kondisi tubuh yang melemah.
Menurut Raffin, laporan awal berasal dari kepala SMP Negeri 1 Kuala Pembuang yang merasakan gejala setelah menyantap makanan MBG. Awalnya, ia belum melaporkan kejadian tersebut karena belum yakin penyebabnya. Namun setelah mengetahui sejumlah guru dan siswa mengalami keluhan serupa, laporan kemudian disampaikan kepada BGN.
Sebagai bagian dari prosedur keamanan pangan, setiap dapur SPPG diwajibkan menyimpan sampel makanan selama 2x24 jam. Sampel inilah yang kemudian diperiksa di laboratorium dan menjadi dasar ditemukannya indikasi kontaminasi bakteri.
Selama proses evaluasi berlangsung, operasional SPPG dihentikan sementara. BGN menegaskan layanan distribusi makanan baru akan kembali dilakukan setelah seluruh perbaikan fasilitas, pemenuhan standar keamanan pangan, serta evaluasi operasional dinyatakan memenuhi ketentuan. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!