JAKARTA , Kameranusantara.id— Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat pemerataan pembangunan, termasuk di Tanah Papua. Kemajuan Papua dinilai tidak hanya berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat setempat, tetapi juga memiliki peran strategis bagi kekuatan Indonesia dari kawasan timur.
Aktivis Papua Charles Kossay mengatakan pembangunan Papua perlu diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, penguatan sumber daya manusia, penciptaan lapangan kerja, serta perluasan kesempatan bagi Orang Asli Papua (OAP) untuk menjadi pelaku pembangunan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang telah berkembang harus diikuti dengan manfaat ekonomi dan sosial yang benar-benar dirasakan masyarakat.
"Papua maju, Indonesia kuat dari timur. Kemajuan Papua harus menjadi bagian dari kekuatan Indonesia secara keseluruhan," kata Charles.
Ia menilai pembangunan Papua dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan kemajuan di sejumlah bidang, seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan konektivitas. Namun, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari jumlah proyek yang selesai.
Charles menekankan pentingnya memastikan masyarakat lokal memperoleh kesempatan yang lebih besar dalam pendidikan, pekerjaan, usaha, dan berbagai sektor strategis yang berkembang di Papua.
Ia mendorong penguatan program afirmasi pendidikan agar semakin banyak generasi muda Papua mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Menurutnya, pendidikan harus terhubung dengan kebutuhan dunia kerja dan pembangunan daerah sehingga lulusan dapat langsung berkontribusi.
"Yang dibutuhkan bukan hanya akses pendidikan, tetapi juga ekosistem yang menghubungkan pendidikan dengan pekerjaan, usaha, pemerintahan, dan kebutuhan pembangunan," ujarnya.
Selain pendidikan, Charles meminta investasi di Papua mampu membuka peluang nyata bagi masyarakat lokal. Ia menilai perusahaan perlu memberikan pelatihan, transfer teknologi, kesempatan kerja, serta kemitraan bagi pengusaha Papua.
Di sisi lain, pembangunan harus tetap memperhatikan nilai budaya, lingkungan, dan hak masyarakat adat. Pertumbuhan ekonomi, menurutnya, tidak boleh menghilangkan identitas masyarakat maupun ruang hidup mereka.
Charles berharap pemerintah dan masyarakat dapat membangun Papua berdasarkan prinsip keadilan, kesejahteraan, kesetaraan kesempatan, dan kepercayaan. Dengan pendekatan tersebut, Papua tidak hanya menjadi penerima pembangunan, tetapi juga berperan aktif menentukan arah pembangunan nasional.
Ia optimistis Papua memiliki peluang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila pembangunan fisik berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat lokal. "Papua memiliki potensi besar. Kita perlu melihat peluang dan masa depannya. Jika Papua maju, Indonesia akan semakin kuat dari timur," ujarnya. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!