JAKARTA, kameranusantara.id – Pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) diharapkan menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengingatkan agar jajaran baru BGN tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah penerima manfaat program.
Menurut Charles, keberhasilan MBG harus diukur dari kualitas manfaat yang diterima masyarakat, terutama kecukupan gizi bagi anak-anak, mutu makanan yang disajikan, serta efektivitas sistem pengawasan dalam pelaksanaannya.
Ia menilai program berskala nasional tersebut tidak cukup dinilai dari besarnya anggaran yang terserap maupun banyaknya peserta yang tercatat sebagai penerima manfaat. Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan tujuan utama program untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat benar-benar tercapai.
Politikus PDI Perjuangan itu berharap kepemimpinan baru BGN mampu melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola program yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.
Harapan tersebut disampaikan menyusul keputusan Presiden Prabowo Subianto yang merombak jajaran pimpinan BGN. Dalam keputusan yang diumumkan pemerintah, Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatan Kepala BGN bersama dua wakil kepala, yakni Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S Deyang untuk memimpin BGN. Nanik akan didampingi Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai wakil kepala.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menjelaskan bahwa pergantian tersebut merupakan hasil evaluasi dan pemantauan pemerintah terhadap kinerja BGN selama hampir satu setengah tahun terakhir.
Dengan kepemimpinan baru, DPR berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih efektif, transparan, dan mampu memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat, khususnya anak-anak sebagai sasaran utama program. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!