jakarta,Kameranusantara.id - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan melanjutkan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk seluruh sekolah penerima manfaat.
“Perbaikannya pada IPAL. Rasanya hanya masalah itu. Yang sudah clear tetap jalan,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan, Irfan Taufik, Minggu (28/6).
Pemerintah Kota Balikpapan berkomitmen menjaga kelancaran distribusi logistik makanan sehat ke seluruh satuan pendidikan dasar. Tim teknis dinas terkait berhasil menyelesaikan seluruh kendala operasional dalam masa uji coba program lapangan.
“Selama belum ada arahan dari pusat, MBG tetap berjalan,” ujar Irfan.
Irfan mengemukakan, petugas kebersihan telah merampungkan perbaikan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di area dapur umum percontohan.
Langkah taktis perbaikan fasilitas sanitasi ini, kata Irfan, bertujuan menjaga kualitas kebersihan lingkungan di sekitar dapur produksi.
“Kemarin sempat kurang lebih sekitar 12, tetapi sekarang sudah kembali semua, sudah 100 persen,” jelas Irfan mengenai tingkat partisipasi sekolah binaannya.
Menurutnya, pengelola program memastikan kandungan kalori setiap menu makanan telah memenuhi standar kesehatan nasional dari Kementerian Kesehatan. Petugas gizi melakukan pengawasan ketat terhadap proses pengolahan bahan baku makanan sejak pagi hari.
“Kami terus memastikan bahwa setiap makanan yang didistribusikan kepada anak-anak sekolah memiliki kualitas sanitasi yang sangat baik,” tutur Irfan.
Ia mengungkapkan, Pemerintah daerah menyalurkan paket makanan kaya nutrisi ini secara cuma-cuma kepada ribuan peserta didik. Siswa menyambut gembira pembagian kotak makan siang bernutrisi tinggi di ruang kelas mereka masing-masing.
“Kunjungan Menteri tempo hari memberikan kami banyak masukan berharga untuk meningkatkan mutu pelayanan gizi di daerah,” ungkap Irfan.
Menteri terkait sempat melakukan kunjungan kerja ke Kota Balikpapan guna meninjau efektivitas implementasi kebijakan nasional ini.
Pejabat pusat tersebut mengapresiasi kesiapan sarana dan prasarana pendukung di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 14 Balikpapan.
“Kami siap melakukan penyesuaian anggaran secara cepat begitu regulasi baru dari kementerian resmi diterbitkan,” sebut Irfan.
Menurutnya, Pemerintah Kota Balikpapan terus menjalin komunikasi intensif dengan kementerian terkait mengenai pembaruan petunjuk teknis. Otoritas wilayah sedang menunggu penerbitan regulasi tata kelola anggaran terbaru dari jajaran pemerintah pusat.
Intervensi gizi sejak dini diharapkan mampu meningkatkan konsentrasi dan prestasi belajar anak-anak di sekolah.
“Pemerintah Kota Balikpapan berharap program MBG dapat terus berjalan dengan baik guna mendukung pemenuhan gizi peserta didik, sembari menunggu kebijakan dan regulasi terbaru dari pemerintah pusat,” pungkas Irfan. (Adv/Diskominfo Balikpapan)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!