Jakarta, kameranusantara.id - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah menggandeng Densus 88 Anti Teror Polri memperkuat pemahaman pegawai terkait pencegahan intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme (IRET) sebagai upaya membangun budaya kerja yang aman, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai kebangsaan. General Manager PLN UID Kalselteng Iwan Soelistijono melalui keterangan tertulis di Kota Banjarbaru, Sabtu, mengatakan penguatan wawasan kebangsaan menjadi bagian penting dalam membentuk insan PLN yang berintegritas dan mampu menghadapi berbagai dinamika sosial di era digital.
"PLN berkomitmen terus membangun budaya kerja yang inklusif, menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila, serta memperkuat semangat persatuan di seluruh lingkungan kerja. Melalui edukasi yang berkelanjutan, kami berharap setiap insan PLN menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan dan memperkuat rasa kebangsaan di tengah masyarakat," ujar Iwan. Menurut Iwan, edukasi berkelanjutan menjadi langkah strategis membekali pegawai menghadapi tantangan penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai persatuan, sekaligus memperkuat karakter sumber daya manusia yang profesional dan berintegritas.
Sosialisasi yang diselenggarakan PLN UP3 Palangka Raya bekerja sama dengan Densus 88 Anti Teror Polri dilaksanakan secara daring dan diikuti seluruh pegawai PLN UP3 Palangka Raya pada Rabu (3/6/2026) dengan menghadirkan narasumber Tim Pencegahan Satuan Tugas Wilayah Kalimantan Tengah Densus 88 Anti Teror Polri Iptu Ganjar Satriyono.
Ganjar menyampaikan materi strategi deteksi dini terhadap IRET, termasuk fenomena nihilisme dan True Crime Community yang berkembang di ruang digital dan menekankan pentingnya kemampuan setiap individu menyaring informasi secara kritis agar tidak mudah terpengaruh konten yang berpotensi mengarah penyebaran paham intoleran maupun radikal. "Perkembangan teknologi membuat arus informasi bergerak sangat cepat dan bisa diakses siapa saja sehingga setiap individu perlu memiliki kemampuan menyaring informasi secara kritis, memahami risiko serta berpegang pada nilai-nilai kebangsaan di kehidupan sehari-hari maupun saat berinteraksi di ruang digital," ucapnya.
Manager PLN UP3 Palangka Raya Bagus Cahyadi mengatakan kegiatan merupakan bagian upaya membangun sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam menjalankan tugas, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
"Kami ingin memperluas wawasan pegawai terhadap berbagai isu yang berkembang dengan pemahaman yang baik, setiap insan PLN diharapkan mampu bersikap lebih bijak menyikapi informasi, menjaga keharmonisan, serta berkontribusi menciptakan suasana kerja aman dan produktif," tutur Bagus.
Ditambahkan, melalui sosialisasi peserta memperoleh pembekalan mengenai indikator penyebaran paham yang bertentangan dengan nilai persatuan, pentingnya literasi digital, serta langkah-langkah menjaga lingkungan sosial tetap kondusif. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!