Ngada, NTT, kameranusantara.id - Suasana haru menyelimuti rumah duka di Desa Naruwolo, Kecamatan Jerebuu, pada Sabtu, 7 Februari 2026. Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengunjungi keluarga almarhum Yohanes Bastian Roja (YBR), siswa SD yang meninggal dunia secara tragis pada 29 Januari 2026.
Gubernur Melki tiba di rumah duka bersama sejumlah pejabat, termasuk Bupati Ngada Raymundus Bena, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, dan Kapolres Ende AKBP Yudhi Franata. Setibanya, ia langsung menyalami ibu almarhum dan memberikan kata-kata penguatan.
Dalam momen tersebut, Gubernur Melki terlihat emosional. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia menyampaikan duka mendalam serta permohonan maaf kepada keluarga dan masyarakat. “Kami dari jajaran pemerintahan berkomitmen agar peristiwa ini tidak terulang. Kami mohon ampun,” ujarnya.
Melki menekankan bahwa kepergian Yohanes bukan hanya duka bagi keluarga dan Kabupaten Ngada, tetapi juga untuk seluruh bangsa. Ia menyebutkan perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengenai insiden tersebut.
“Masyarakat mengetahui adanya kekurangan dalam pelayanan publik yang seharusnya melindungi anak-anak dan keluarga rentan,” katanya. Gubernur juga mengakui bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi daerah.
Ia menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mencegah tragedi serupa. “Sekali lagi, kami mohon maaf karena baru bisa hadir ke rumah duka beberapa hari setelah peristiwa ini. Semoga ke depan, kami bisa berbuat lebih baik lagi,” tutup Melki.
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur juga mengunjungi gubuk nenek YBR dan makam almarhum yang tidak jauh dari lokasi. Keberadaan Pemimpin di tengah keluarga yang berduka ini menjadi simbol dukungan dan kehadiran negara dalam masa sulit. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!