Indonesia–Belarus Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi US$500 Juta, Hubungan Bilateral Masuki Babak Baru

Indonesia–Belarus Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi US$500 Juta, Hubungan Bilateral Masuki Babak Baru

Kameranusantara.id – Pemerintah Indonesia dan Belarus terus memperkuat hubungan bilateral dengan menargetkan peningkatan kerja sama ekonomi senilai sekitar 500 juta dolar Amerika Serikat (AS). Target tersebut menjadi salah satu hasil pembahasan dalam forum bisnis kedua negara yang berlangsung menjelang kunjungan resmi Presiden Belarus Alexandr Lukashenko ke Indonesia.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mengungkapkan bahwa forum bisnis Indonesia–Belarus yang digelar beberapa hari sebelum pertemuan kepala negara menghasilkan potensi kerja sama ekonomi dengan nilai mencapai sekitar US$500 juta.

Menurut Sugiono, pertemuan antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Alexandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo ke Belarus pada Juli 2025. Agenda tersebut menjadi momentum untuk mempercepat implementasi berbagai kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya.

Ia menjelaskan, kedua pemimpin sepakat bahwa nilai perdagangan maupun investasi antara Indonesia dan Belarus masih memiliki ruang yang sangat besar untuk dikembangkan. Oleh sebab itu, peningkatan hubungan ekonomi menjadi salah satu fokus utama dalam kerja sama bilateral ke depan.

Selain memperkuat hubungan dagang, Indonesia dan Belarus juga resmi meluncurkan roadmap atau peta jalan kemitraan bilateral yang akan menjadi pedoman pengembangan kerja sama lintas sektor dalam beberapa tahun mendatang. Dokumen tersebut diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai proyek strategis yang telah disepakati kedua negara.

Sugiono menambahkan, penguatan hubungan bilateral juga didukung oleh kemajuan kerja sama perdagangan antara Indonesia dan Eurasian Economic Union (EAEU), di mana Belarus menjadi salah satu negara anggota yang telah meratifikasi perjanjian perdagangan dengan Indonesia.

Dalam sektor prioritas, kedua negara sepakat memperluas kolaborasi di bidang ketahanan pangan, energi, serta industri pendukung pertanian, termasuk pengembangan kerja sama penyediaan bahan baku pupuk dan teknologi pertanian modern.

Kunjungan Presiden Lukashenko ke Indonesia juga memiliki nilai historis karena menjadi lawatan keduanya setelah kunjungan pertama yang dilakukan lebih dari satu dekade lalu. Pemerintah berharap pertemuan kali ini dapat mempercepat implementasi berbagai kesepakatan strategis yang memberikan manfaat bagi kedua negara.

"Hubungan Indonesia dan Belarus kini memasuki fase yang lebih progresif. Melalui peta jalan kerja sama yang baru, kedua negara berkomitmen memperluas kolaborasi di sektor perdagangan, investasi, ketahanan pangan, energi, hingga pengembangan industri strategis," ujar Menteri Luar Negeri Sugiono.

Penguatan kemitraan Indonesia dan Belarus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus membuka peluang ekonomi baru di kawasan Eurasia. Dengan target nilai kerja sama yang mencapai ratusan juta dolar AS, kedua negara optimistis hubungan bilateral akan memberikan dampak positif terhadap perdagangan, investasi, serta pembangunan sektor strategis di masa mendatang.



Indonesia dan Belarus menargetkan potensi kerja sama ekonomi senilai US$500 juta. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Alexandr Lukashenko menandai babak baru hubungan bilateral dengan peluncuran roadmap kerja sama strategis di berbagai sektor. (*)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement