Menkeu: Pelemahan Rupiah Belum Ganggu Ekonomi, Fundamental Indonesia Tetap Kuat

Menkeu: Pelemahan Rupiah Belum Ganggu Ekonomi, Fundamental Indonesia Tetap Kuat

Jakarta, kameranusantara.id  – Pelemahan nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp17.800 per dolar Amerika Serikat dinilai belum memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian nasional. Pemerintah meyakini fondasi ekonomi Indonesia tetap kuat sehingga tekanan terhadap mata uang domestik bersifat sementara.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, mengatakan kondisi rupiah saat ini masih berada dalam skenario yang telah diperhitungkan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Karena itu, pelemahan kurs belum mengganggu stabilitas fiskal pemerintah.

Menurut Purbaya, fokus utama pemerintah bukan hanya menjaga nilai tukar, tetapi memastikan pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dalam jangka pendek maupun panjang. Ia menilai pertumbuhan yang kuat akan menjadi faktor utama yang mampu memperkuat rupiah secara alami.

Pemerintah juga optimistis Indonesia masih menjadi salah satu tujuan investasi yang menarik. Di tengah ketidakpastian global, Indonesia dinilai memiliki prospek pertumbuhan yang lebih baik dibanding banyak negara lain, termasuk di kelompok ekonomi besar dunia.

Selain itu, Purbaya menilai pelemahan rupiah belum berdampak pada aktivitas ekonomi domestik. Ia bahkan memperkirakan kondisi global akan membaik dalam beberapa bulan mendatang seiring meredanya ketegangan geopolitik yang selama ini menekan pasar keuangan.

Untuk menjaga stabilitas pasar, pemerintah terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjaga pasar obligasi agar imbal hasil surat utang tidak melonjak tajam dan tetap menarik bagi investor.

Menurutnya, sinergi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan pasar terhadap ekonomi nasional. Dengan koordinasi yang kuat, pemerintah optimistis stabilitas sektor keuangan dapat dipertahankan dan kepercayaan terhadap rupiah kembali menguat.

Pernyataan tersebut disampaikan menjelang penerapan penuh kebijakan baru Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dan sistem ekspor satu pintu yang mulai berlaku 1 Juni 2026. Kebijakan itu diharapkan dapat memperkuat cadangan devisa, meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri, serta mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement