Kameranusantara— Keberagaman agama dan budaya merupakan salah satu kekuatan bangsa Indonesia yang perlu terus dirawat. Pemerintah melalui Kementerian Agama bersama berbagai unsur masyarakat terus mendorong penguatan moderasi beragama, salah satunya melalui pemanfaatan seni dan budaya sebagai ruang perjumpaan lintas agama.
Semangat tersebut terlihat dalam Gelar Seni dan Budaya 2026 yang diselenggarakan IPARI Kabupaten Sleman. Kegiatan tersebut mempertemukan penyuluh agama lintas agama, tokoh agama, unsur pesantren dan pemangku kepentingan untuk memperkuat kerukunan umat beragama.
Kegiatan ini menunjukkan bahwa seni dan budaya dapat menjadi media yang efektif untuk membangun komunikasi serta mempererat hubungan masyarakat. Pendekatan yang kreatif juga dinilai relevan untuk menjangkau generasi muda di tengah perubahan pola komunikasi pada era digital.
Kemenag Sleman menilai penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan, membangun dialog, dan menjaga persatuan. Karena itu, kapasitas penyuluh perlu terus diperkuat agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.
Pemerintah Kabupaten Sleman turut memberikan apresiasi karena kerukunan merupakan fondasi penting bagi pembangunan. Pembangunan sosial perlu berjalan beriringan dengan pembangunan fisik agar kemajuan daerah tidak hanya terlihat dari infrastruktur, tetapi juga dari kualitas hubungan sosial masyarakat.
Penguatan moderasi beragama juga memiliki arti penting dalam menjaga stabilitas sosial. Dengan sikap saling menghargai dan menghormati hak setiap warga negara, perbedaan dapat dikelola menjadi kekuatan bersama.
Selain itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Budaya tabayun menjadi salah satu langkah penting untuk mencegah munculnya kesalahpahaman maupun provokasi yang dapat mengganggu kerukunan.
Kegiatan lintas agama seperti ini menunjukkan bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki komitmen yang sama untuk menjaga persatuan. Seni, budaya, dialog, dan moderasi beragama dapat terus dikembangkan sebagai instrumen untuk membangun kehidupan sosial yang harmonis.
Dengan kerukunan yang semakin kuat, masyarakat memiliki fondasi sosial yang lebih kokoh untuk bersama-sama mendukung pembangunan. Semangat menjaga persatuan tersebut pada akhirnya menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang damai, toleran, dan maju.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!