JAYAPURA, kameranusantara.id – Majelis Rakyat Papua (MRP) menyatakan kecaman keras atas rangkaian aksi penembakan yang terjadi di sejumlah wilayah Tanah Papua dalam dua hari terakhir.
Wakil Ketua II MRP Papua, Max Ohee, menilai tindakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut sebagai bentuk kekerasan yang brutal dan bertentangan dengan prinsip hak asasi manusia.
“Kami mengutuk keras aksi kriminal bersenjata yang terjadi di Yahukimo, Karowai Batu, dan Timika. Dari sudut pandang HAM, tindakan itu jelas pelanggaran berat dan sangat tidak manusiawi,” ujar Max dalam keterangannya.
Ia menegaskan, keberadaan aparat keamanan maupun aktivitas penerbangan perintis di wilayah terpencil Papua selama ini bertujuan untuk melayani dan melindungi masyarakat. Menurutnya, aparat yang bertugas di daerah tersebut bukanlah musuh rakyat Papua.
“Mereka hadir untuk membantu menjaga keamanan dan memastikan pelayanan publik tetap berjalan. Karena itu, kami mengecam keras penembakan terhadap anggota TNI, warga sipil, maupun pilot,” tegasnya.
Diketahui, insiden penembakan terjadi saat pesawat maskapai Smart Air mendarat di Karowai Batu pada Rabu (11/2/2026), yang mengakibatkan pilot dan kopilot menjadi korban. Pada hari yang sama, serangan juga dilaporkan terjadi terhadap aparat TNI di area Mile 50, kawasan operasional PT Freeport Indonesia di Timika.
Keesokan harinya, Kamis (12/2/2026), aksi kekerasan kembali terjadi di Dekai, Yahukimo, dengan sasaran seorang sopir mobil tangki air.
MRP berharap seluruh pihak menahan diri dan mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di Papua, agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal tanpa rasa takut. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!