Kameranusantara.id - Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Singkawang terus memperkuat pembinaan karakter generasi muda melalui penguatan nilai-nilai nasionalisme, moderasi beragama, serta literasi digital guna mencegah penyebaran paham radikalisme dan intoleransi.
Komitmen tersebut disampaikan Kepala Kantor Kemenag Kota Singkawang, Muhlis, saat menjadi narasumber pada kegiatan Masa Ta’aruf Madrasah untuk Siswa Baru (MATAMUDA) bagi santri kelas X Madrasah Aliyah (MA) Ushuluddin Singkawang di Masjid Pondok Pesantren Pembangunan Ushuluddin, Selasa (14/7/2026).
Dalam materi bertajuk “Nasionalisme, Radikalisme, dan Moderasi Beragama”, Muhlis menekankan pentingnya peran santri sebagai generasi penerus bangsa dalam menjaga persatuan, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta memperkuat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa kecintaan terhadap tanah air selaras dengan nilai-nilai Islam dan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan berbangsa yang damai, maju, dan harmonis.
Selain itu, Muhlis mengajak para santri untuk meningkatkan kemampuan literasi digital agar mampu menyaring berbagai informasi yang beredar di media digital sehingga tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang mengandung paham radikalisme, intoleransi, maupun ekstremisme berbasis kekerasan.
Menurutnya, pemahaman agama yang utuh perlu berjalan seiring dengan wawasan kebangsaan sehingga mampu menjadi benteng dalam menghadapi tantangan perkembangan zaman. Ia juga menegaskan bahwa moderasi beragama merupakan karakter penting yang perlu ditanamkan sejak dini kepada para santri.
“Madrasah harus melahirkan generasi yang unggul dalam prestasi, kokoh dalam akidah, santun dalam akhlak, serta mampu menjadi perekat persatuan di tengah masyarakat yang majemuk,” ujar Muhlis.
Ia menambahkan bahwa kegiatan MATAMUDA menjadi momentum strategis untuk membangun karakter peserta didik baru agar tumbuh sebagai pribadi yang religius, berintegritas, cinta tanah air, serta memiliki kepedulian sosial.
Melalui pembinaan tersebut, Kemenag berharap para santri mampu menjadi agen perdamaian yang menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat, memperkuat semangat kebangsaan, serta berkontribusi aktif dalam menjaga persatuan dan mencegah penyebaran paham radikalisme, intoleransi, dan ekstremisme di tengah masyarakat. (hni)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!