Jakarta, kameranusantara.id - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajaran kementerian terkait untuk memastikan ketersediaan energi dan pangan tetap aman menjelang perayaan Idul Fitri 2026. Pemerintah diminta mengantisipasi potensi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) maupun LPG di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Lebaran.
Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, bersama Bahlil Lahadalia selaku Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral serta Zulkifli Hasan selaku Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Usai rapat, Bahlil menjelaskan Presiden meminta seluruh pihak memantau secara ketat kesiapan energi dan pangan agar tidak terjadi kelangkaan menjelang Lebaran.
“Presiden menegaskan BBM tidak boleh langka, LPG harus tersedia, dan kebutuhan pangan juga harus terjaga,” kata Bahlil.
Menurutnya, rapat tersebut menjadi tahap pencocokan akhir untuk memastikan kesiapan pemerintah menghadapi lonjakan permintaan energi dan bahan pokok selama periode mudik dan perayaan Lebaran.
Bahlil juga melaporkan kepada Presiden bahwa kondisi harga energi dan pangan saat ini masih relatif stabil dan berada pada tingkat yang terjangkau bagi masyarakat.
Sementara itu, Zulkifli Hasan memastikan ketersediaan pangan nasional dalam kondisi aman. Ia menyebut cadangan beras nasional saat ini mencapai sekitar 4 juta ton, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran.
Pemerintah juga memastikan situasi geopolitik global, termasuk konflik di Timur Tengah yang dikhawatirkan berdampak pada pasokan energi dan nilai tukar rupiah, masih dapat diantisipasi.
Pemerintah akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap pasokan dan harga energi maupun pangan agar stabilitas tetap terjaga hingga perayaan Idul Fitri. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!