Amran Soroti Anomali Harga Sawit, Langkah Cepat Pemerintah Dorong Pemulihan Pasar

Amran Soroti Anomali Harga Sawit, Langkah Cepat Pemerintah Dorong Pemulihan Pasar

Suarabersama.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit agar tetap memberikan keuntungan yang layak bagi petani. Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya penurunan harga TBS di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang menurutnya tidak sejalan dengan kondisi pasar komoditas ekspor.

Dalam rapat koordinasi yang melibatkan asosiasi petani sawit, pelaku usaha, Satgas Pangan, serta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus dari 25 provinsi di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Amran mengungkapkan bahwa proses pemulihan harga telah menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan laporan yang diterima, sebagian besar harga TBS yang sempat mengalami penurunan kini berangsur pulih.

"Alhamdulillah tadi laporan sudah 70 persen berangsur-angsur pulih. Mulai hari ini harus kembali 100 persen dan bila perlu tambah 10 persen dari harga sebelumnya karena nilai dolar," kata Amran.

Menurutnya, sebagai komoditas ekspor unggulan, harga sawit seharusnya memperoleh manfaat dari pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Karena itu, pemerintah mendorong agar harga TBS di tingkat petani kembali sesuai dengan kondisi pasar dan regulasi yang berlaku di masing-masing daerah.

"Kami sampaikan, tidak ada lagi harga yang turun, harus naik seperti kondisi semula bahkan bila perlu naik lebih tinggi. Kenapa? Nilai dolar dengan rupiah itu selisih kenaikannya 10 persen, jadi minimal sama seperti semula," ujarnya.

Amran menilai fenomena turunnya harga sawit di tengah meningkatnya nilai dolar merupakan kondisi yang perlu segera dibenahi agar tidak merugikan petani. Pemerintah pun bergerak cepat dengan mempertemukan seluruh pemangku kepentingan guna mencari solusi bersama.

"Ini anomali, di saat ini harga harusnya naik 10 persen, (harga) justru turun," ucap Amran.

Hasil pertemuan tersebut menunjukkan adanya kesepahaman antara pemerintah, petani, pelaku usaha, dan eksportir untuk mengembalikan harga TBS ke level normal sesuai ketetapan daerah masing-masing. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan terhadap petani sekaligus menjaga keberlanjutan sektor sawit nasional.

Amran mencontohkan, daerah yang sebelumnya menetapkan harga TBS sebesar Rp3.200 per kilogram maupun Rp3.600 per kilogram diharapkan kembali mengacu pada harga yang telah ditetapkan pemerintah daerah melalui peraturan gubernur.

"Kalau Rp3.200 harusnya tetap Rp3.200. Kalau ada yang Rp3.600, kembali ke Rp3.600 berdasarkan wilayah. Tapi harus mengikuti peraturan gubernur, harga yang dikeluarkan gubernur," ujar Amran.

Melalui penguatan koordinasi dan pengawasan tersebut, pemerintah optimistis harga sawit akan kembali stabil sehingga kesejahteraan petani dapat terus terjaga, sekaligus mendukung kontribusi sektor perkebunan terhadap perekonomian nasional. (*)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement