YOGYAKARTA, Kameranusantara – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Eko Suwanto, mengajak generasi muda, khususnya kalangan mahasiswa, untuk lebih aktif memperkaya dan mewarnai platform media sosial dengan berbagai konten positif yang mengangkat nilai-nilai kebudayaan lokal.
Langkah ini dinilai sangat strategis di era digitalisasi saat ini guna menjaga eksistensi identitas bangsa sekaligus menangkal maraknya penyebaran informasi negatif seperti hoaks dan konten yang tidak mendidik.
Dalam sebuah forum diskusi bersama mahasiswa, Eko menekankan bahwa perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat harus dapat dimanfaatkan secara produktif. Mahasiswa, sebagai agen perubahan yang memiliki kreativitas tinggi, diharapkan tidak hanya menjadi konsumen informasi, melainkan juga bertindak sebagai produsen konten kreatif yang mampu mengemas kearifan lokal secara menarik agar lebih mudah diterima oleh generasi sebaya mereka.
Pihak legislatif menjelaskan bahwa kebudayaan tidak boleh dipandang secara sempit hanya sebagai peninggalan masa lalu, melainkan sebagai aset bangsa yang dinamis dan memiliki nilai luhur seperti semangat gotong royong, toleransi, dan budi pekerti. Melalui visualisasi video, infografis, maupun narasi deskriptif yang diunggah di media sosial, kekayaan budaya nusantara diyakini dapat menjangkau audiens yang jauh lebih luas hingga ke tingkat global.
Guna mendukung komitmen tersebut, pemerintah daerah bersama institusi terkait berencana untuk terus memfasilitasi berbagai program pelatihan literasi digital dan pembuatan konten kreatif bagi kalangan akademisi. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak kreator muda yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki kepedulian yang tinggi dalam melestarikan budaya dan sejarah bangsa di ruang siber.
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!