Jakarta, kameranusantara.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Kamis (30/7/2026) di zona hijau setelah sebelumnya tertekan dalam beberapa sesi terakhir. Penguatan ini mengakhiri tren pelemahan beruntun yang membayangi pasar saham domestik.
Berdasarkan data awal perdagangan, IHSG naik 29,08 poin atau 0,48 persen ke level 6.120,467. Indeks dibuka di posisi 6.110,283 dan sempat menyentuh level tertinggi 6.131,881. Nilai transaksi pagi mencapai Rp819,54 miliar dengan volume perdagangan sekitar 2,49 miliar saham.
Rebound tersebut terjadi setelah IHSG pada penutupan Rabu (29/7) terkoreksi 0,64 persen ke level 6.091,39. Saat itu investor asing masih mencatat aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp183,81 miliar di pasar reguler.
Meski demikian, sentimen global masih menjadi tantangan bagi pasar. Wall Street ditutup melemah dipicu aksi jual saham sektor semikonduktor dan lonjakan harga minyak akibat meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Indeks Dow Jones, S&P 500, dan Nasdaq kompak berakhir di zona merah.
Dari sisi kebijakan moneter, pasar juga mencermati keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50-3,75 persen. Sikap bank sentral AS tersebut masih dibayangi kekhawatiran terhadap inflasi sehingga memengaruhi sentimen investor global.
Sementara dari dalam negeri, perhatian pelaku pasar tertuju pada proses pergantian Gubernur Bank Indonesia setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri. Selama proses pemilihan berlangsung, Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti ditunjuk sebagai Pejabat Gubernur Sementara.
Di pasar valuta asing, rupiah masih bergerak di kisaran Rp18.090 per dolar AS. Kondisi tersebut membuat investor cenderung mengambil sikap hati-hati sambil menunggu kepastian arah kebijakan ekonomi.
Secara teknikal, analis Kiwoom Sekuritas menilai momentum IHSG masih belum sepenuhnya kuat. Investor disarankan mencermati area 6.090-6.080 sebagai level penopang (support) jangka pendek. Jika mampu bertahan dan menembus area 6.118 hingga 6.160, peluang penguatan menuju kisaran 6.220-6.246 dinilai terbuka. Selain itu, pelaku pasar juga menanti sejumlah data ekonomi global, seperti Core PCE dan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat kuartal II, keputusan suku bunga Bank of England, serta data Produk Domestik Bruto (PDB) Zona Euro yang diperkirakan akan memengaruhi arah pergerakan pasar selanjutnya. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!