SUARABERSAMA — Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund memproyeksikan ekonomi Indonesia tetap tumbuh positif pada 2026 di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan.
Berdasarkan laporan World Economic Outlook Update yang diterbitkan IMF pada Juli 2026, ekonomi Indonesia diperkirakan tumbuh sebesar 5 persen pada 2026. Angka tersebut menunjukkan ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi perlambatan pertumbuhan di sejumlah negara berkembang dan emerging markets.
Dalam laporannya, IMF menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang dan emerging markets diperkirakan berada pada level 3,8 persen pada 2026. Revisi proyeksi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor global, seperti ketergantungan terhadap komoditas, kondisi keuangan internasional, serta posisi dalam rantai nilai teknologi global.
“Revisi tersebut bersifat heterogen, mencerminkan perbedaan dalam ketergantungan komoditas, paparan geografis, pengiriman uang dan penerimaan pariwisata, sensitivitas terhadap kondisi keuangan, dan posisi dalam rantai nilai teknologi global,” demikian dikutip dari laporan IMF.
Meski proyeksi IMF berada di bawah target pemerintah sebesar 5,4 persen, capaian pertumbuhan 5 persen tetap mencerminkan fondasi ekonomi Indonesia yang kuat. Proyeksi tersebut juga tidak berubah dibandingkan laporan IMF pada April 2026, saat kondisi geopolitik global sedang mengalami tekanan.
Pemerintah sendiri menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen pada 2026 sebagai asumsi dasar dalam penyusunan APBN 2026. Target tersebut didukung oleh berbagai strategi kebijakan, termasuk penguatan konsumsi domestik, peningkatan investasi, hilirisasi industri, dan percepatan pembangunan infrastruktur.
Untuk 2027, IMF memproyeksikan ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,1 persen. Angka ini hampir sejalan dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 yang tercatat sebesar 5,11 persen.
Proyeksi positif tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang baik dibandingkan dengan rata-rata negara berkembang. Dengan dukungan kebijakan fiskal dan moneter yang terjaga, pemerintah optimistis perekonomian nasional dapat terus tumbuh secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.(*)














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!