Jakarta, kameranusantara.id - Kabar yang menyeret Panglima Komando Pasukan Khusus, Djon Afriandi, dan Presiden Prabowo Subianto ramai diperbincangkan di media sosial.
Informasi yang beredar menyebut adanya ketegangan saat agenda pertemuan di Istana. Dalam narasi tersebut, Djon Afriandi dikabarkan harus menunggu cukup lama di ruang tamu meski telah memiliki jadwal pertemuan dengan Presiden.
Situasi disebut memanas ketika Presiden melihat sang jenderal belum masuk ke ruang kerja sesuai jadwal. Teguran keras pun disebut terjadi, bahkan diklaim berlanjut hingga ke dalam ruang pertemuan.
Isu tersebut kemudian berkembang dengan tudingan adanya pelampiasan emosi usai pertemuan, termasuk dugaan insiden terhadap seorang ajudan Presiden yang dikaitkan dengan pengaturan jadwal.
Namun, seluruh cerita itu masih sebatas klaim yang beredar di media sosial dan belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana maupun dari Djon Afriandi terkait kabar tersebut.
Sebelumnya, pihak Kopassus telah membantah isu serupa dan menegaskan bahwa narasi mengenai keributan di lingkungan Istana tidak benar.
Munculnya kabar ini menjadi pengingat bagi publik untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diimbau menunggu klarifikasi resmi agar tidak terjebak dalam arus informasi yang menyesatkan. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!