JAYAPURA, kameranusantara.id – Badan Pengurus Pusat Komite Nasional Papua Barat (BPP-KNPB) menyatakan tidak bergabung dalam United Liberation Movement for West Papua dan memilih mengambil peran sebagai media nasional.
Keputusan tersebut disampaikan Ketua I BPP-KNPB, Warpo S Wetipo, berdasarkan hasil Rapat Pimpinan (Rapim) ke-VI yang digelar pada 13–15 Mei 2024 di Port Numbay, Jayapura.
Hasil Rapim dan Alasan Sikap
Menurut Wetipo, Rapim dihadiri puluhan perwakilan wilayah dan menghasilkan sejumlah keputusan strategis terkait dinamika internal organisasi serta arah perjuangan.
KNPB menilai masih terdapat berbagai persoalan koordinasi dan indikasi perpecahan di antara kelompok perjuangan, baik di dalam maupun luar negeri. Karena itu, organisasi memutuskan mengambil posisi berbeda.
“Kami berperan sebagai media untuk menjembatani perbedaan dan membangun komunikasi antarpihak,” ujarnya.
Dorong Peran Mediasi
Dengan posisi baru tersebut, KNPB menyatakan akan aktif memediasi berbagai perbedaan di antara faksi-faksi perjuangan, tanpa memandang latar belakang kelompok.
Selain itu, KNPB juga mendorong penguatan konsolidasi melalui berbagai forum, termasuk agenda-agenda bersama yang melibatkan berbagai elemen masyarakat Papua.
Soroti Dinamika ULMWP
KNPB turut menyoroti perkembangan internal ULMWP yang dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh kepentingan kelompok perjuangan.
Menurut Wetipo, sejumlah aspek dalam struktur dan konsep organisasi dinilai belum mencerminkan keragaman aspirasi di Papua, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih inklusif.
Seruan Solidaritas
Dalam pernyataannya, KNPB juga mengajak masyarakat Papua untuk memperkuat solidaritas dan tetap mengedepankan prinsip-prinsip kemanusiaan dalam setiap langkah perjuangan. Organisasi tersebut menegaskan akan terus mendorong dialog dan koordinasi sebagai upaya menjaga persatuan di tengah dinamika yang berkembang. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!