Jakarta, Kameranusantara.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat keberhasilan signifikan dalam menekan potensi kerugian masyarakat akibat penipuan daring. Melalui penguatan sistem perlindungan digital, potensi kerugian yang berhasil diamankan diperkirakan mendekati Rp8 triliun.
Capaian tersebut diperoleh berkat implementasi sistem anti-spam dan anti-scam yang diterapkan di seluruh jaringan telekomunikasi nasional. Setiap hari, puluhan juta pelanggan telekomunikasi mendapatkan perlindungan berlapis dari berbagai ancaman penipuan digital yang kian marak.
Wakil Menteri Komdigi Nezar Patria menyampaikan bahwa penerapan sistem perlindungan ini merupakan bagian dari agenda prioritas pemerintah dalam menjaga keamanan ruang digital. Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sistem tersebut tercatat mampu mendeteksi lebih dari 2 miliar panggilan dan pesan berisiko.
Rata-rata lebih dari 33 juta pelanggan terlindungi setiap harinya dari potensi penipuan. Ancaman penipuan digital sendiri terus meningkat seiring berkembangnya kejahatan siber berbasis panggilan telepon, pesan singkat, hingga modus phishing melalui tautan berbahaya.
“Ruang digital yang terhubung dan terus tumbuh ini haruslah aman. Kita tidak bisa membiarkan masyarakat hidup dalam kecemasan saat beraktivitas di dunia digital,” ujar Nezar saat menghadiri acara Fighting Spam and Scams: Solving Real Problems, Delivering Real Impact, dikutip Sabtu, 7 Februari.
Selain penguatan sistem keamanan, tingkat partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan juga menunjukkan tren positif. Hingga saat ini, lebih dari 2,5 juta pelanggan aktif melaporkan konten yang dinilai mencurigakan. Kolaborasi antara penyedia layanan telekomunikasi dan masyarakat dinilai menjadi elemen penting dalam memerangi kejahatan digital.
Ke depan, Komdigi berkomitmen memperkuat sinergi dengan sektor swasta agar sistem perlindungan dapat diterapkan secara lebih merata di seluruh ekosistem digital. Nezar juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berperan aktif dalam menciptakan ruang digital yang aman, produktif, dan nyaman bagi masyarakat. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!