Kameranusantara.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berharap pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi tidak hanya memperkuat kerja sama strategis kedua negara, tetapi juga menjadi ruang dialog mengenai isu kebebasan beragama dan perlindungan hak-hak seluruh umat beragama.
Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional, Sudarnoto Abdul Hakim, menyampaikan bahwa persoalan kebebasan beragama masih menjadi salah satu isu yang dinilai penting untuk dibahas dalam hubungan bilateral Indonesia dan India.
“Isu yang sangat sensitif adalah soal keberadaan minoritas muslim di India yang hingga saat ini sering mengalami diskriminasi dan bahkan tindakan-tindakan kekerasan, serta vandalisme dari kelompok Hindu ekstrim,” kata Sudarnoto dalam keterangan tertulis, Sabtu (4/7/2026).
Menurutnya, berbagai laporan yang dirilis Organisasi Kerja Sama Islam (OKI/OIC) juga menjadi perhatian terkait kondisi tersebut.
“Laporan OIC memperkuat adanya praktek intoleran kelompok ekstrimis ini. Kelompok ekstrim seperti ini lah yang sering disebut sebagai penggerak Islamofobia, anti Islam dan keberadaan umat Islam,” tegasnya.
MUI berharap kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi ke Indonesia dapat menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi bilateral, termasuk membahas upaya mendorong penghormatan terhadap kebebasan beragama serta perlindungan hak-hak seluruh warga negara tanpa diskriminasi.
“Saya sungguh berharap pertemuan PM India dan Presiden RI juga menghasilkan kesepakatan agar pemerintah India melindungi hak-hak beragama umat Islam sebagaimana yang dirasakan warga mayoritas India, tidak ada lagi diskriminasi dan apalagi anti Islam dan umat Islam,” tegasnya.
Selain isu perlindungan hak beragama, MUI juga mendorong penguatan kerja sama antarlembaga keagamaan Indonesia dan India sebagai bagian dari upaya membangun saling pengertian, memperkuat toleransi, serta mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.
“Kerjasama Indonesia-India dalam bidang keagamaan yang mempertemukan tokoh tokoh Islam dan Hindu sangat penting dalam kerangka kerukunan umat beragama, kemanusiaan dan perdamaian,” tuturnya.
Di samping itu, Sudarnoto menyampaikan harapannya agar komunikasi antara tokoh-tokoh keagamaan kedua negara dapat terus diperluas. Ia juga menyayangkan batalnya agenda pertemuan antara delegasi MUI dan Perdana Menteri Narendra Modi yang sebelumnya direncanakan menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut.
MUI berharap hubungan Indonesia dan India yang selama ini terjalin baik dapat terus berkembang melalui kerja sama yang tidak hanya mencakup bidang ekonomi dan strategis, tetapi juga penguatan dialog lintas agama serta nilai-nilai kemanusiaan dan perdamaian. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!