JAKARTA, kameranusantara.id – Pemerintah mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi dampak ketegangan geopolitik di Timur Tengah terhadap sektor energi nasional. Strategi yang disiapkan mencakup efisiensi penggunaan energi hingga percepatan pemanfaatan sumber energi alternatif.
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan efisiensi akan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penggunaan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit listrik, optimalisasi gas, hingga evaluasi operasional di seluruh sektor energi.
“Seluruh aktivitas yang berkaitan dengan penggunaan energi akan dievaluasi secara detail,” ujarnya.
Dorong Energi Alternatif
Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan pemerintah juga mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengganti pembangkit listrik berbahan bakar solar dengan sumber energi yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Kebijakan ini akan diterapkan bertahap, terutama pada pembangkit yang masih bergantung pada diesel di berbagai wilayah Indonesia.
Hemat BBM
Dalam rapat kabinet, Presiden Prabowo Subianto turut mendorong penghematan konsumsi BBM sebagai bagian dari strategi menghadapi potensi krisis global. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penerapan kerja dari rumah (WFH) untuk menekan penggunaan bahan bakar.
Menurutnya, pengalaman saat pandemi menunjukkan bahwa kebijakan tersebut efektif mengurangi konsumsi energi secara signifikan.
Tren Global
Langkah efisiensi energi juga dilakukan sejumlah negara lain sebagai respons terhadap ketidakpastian global. Beberapa negara mulai menerapkan kebijakan seperti pembatasan penggunaan listrik, pengaturan jam kerja, hingga sistem kerja fleksibel.
Pemerintah berharap berbagai langkah ini dapat menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil di tengah situasi global yang tidak menentu. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!