JAKARTA, kameranusantara.id – Pejabat sementara (Pjs) Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti meminta pelaku pasar tidak bereaksi berlebihan menyusul pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Ia memastikan arah kebijakan bank sentral tetap berjalan sesuai mandat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Pernyataan itu disampaikan Destry usai mengikuti rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (27/7/2026).
"Pasar tidak perlu panik karena Bank Indonesia akan tetap menjalankan kebijakan yang selama ini telah dilakukan," kata Destry.
Imbauan tersebut muncul setelah pasar keuangan merespons kabar mundurnya Perry Warjiyo, yang mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden pada 25 Juli 2026.
Pada perdagangan Senin, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,17 persen atau 10,64 poin ke level 6.185,78. Sementara itu, nilai tukar rupiah juga terdepresiasi 46 poin menjadi Rp18.009 per dolar AS.
Destry menegaskan pergantian kepemimpinan tidak mengubah arah kebijakan Bank Indonesia. Menurutnya, stabilitas nilai tukar rupiah tetap menjadi prioritas utama yang akan dijaga melalui intervensi di pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF).
Selain menjaga stabilitas rupiah, BI juga akan melanjutkan kebijakan makroprudensial yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Bank sentral juga terus mendorong masuknya arus modal asing melalui insentif berupa penurunan biaya lindung nilai (hedging).
Destry menambahkan, kepemimpinan di Bank Indonesia dijalankan secara kolektif bersama empat Anggota Dewan Gubernur lainnya. Ia memastikan seluruh jajaran tetap berkomitmen menjalankan tugas sesuai mandat undang-undang.
"Kami akan terus menjaga keberlangsungan tugas Bank Indonesia dan berharap stabilitas pasar keuangan segera kembali normal," ujarnya. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!