JAKARTA, kameranusantara.id — Langkah cepat Tentara Nasional Indonesia dalam menangani kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Andrie Yunus mendapat apresiasi dari kalangan pengamat.
Analis politik dan militer dari Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai respons cepat tersebut mencerminkan komitmen institusi dalam menegakkan hukum secara akuntabel.
Menurutnya, langkah tegas TNI mengirimkan pesan penting bahwa penegakan hukum harus tetap berjalan tanpa mempertimbangkan sensitivitas institusi, terlebih dalam relasi yang selama ini kerap dinilai dinamis antara militer dan masyarakat sipil.
Sebelumnya, melalui Pusat Polisi Militer TNI, TNI telah menetapkan empat prajurit sebagai tersangka dan melakukan penahanan. Proses hukum dipastikan berjalan melalui mekanisme peradilan militer sesuai aturan yang berlaku.
Komandan Puspom TNI, Yusri Nuryanto, menyatakan penanganan perkara dilakukan secara profesional dan terbuka.
Selamat menilai keterbukaan TNI dalam mengungkap identitas pelaku menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan publik. Dalam sistem demokrasi, kata dia, transparansi merupakan kunci utama menjaga kredibilitas lembaga negara.
Ia juga menyinggung pentingnya konsistensi dalam penegakan hukum, terutama ketika kasus melibatkan internal institusi. Menurutnya, kemampuan teknis saja tidak cukup tanpa keberanian untuk membuka fakta secara objektif. “Kepercayaan publik bergantung pada apakah hukum ditegakkan secara adil atau justru dikompromikan,” ujarnya. Ia menegaskan, penanganan yang transparan dan tegas akan menjadi faktor penting dalam menjaga legitimasi aparat penegak hukum di mata masyarakat. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!