Setelah Dikecam, Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf kepada Organisasi Wartawan

Setelah Dikecam, Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf kepada Organisasi Wartawan

Kameranusantara.id - Pengacara Hotman Paris Hutapea menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan dan organisasi profesi pers atas pernyataan yang disampaikan saat konferensi pers terkait perkara mantan Jampidsus. Permintaan maaf tersebut menjadi bentuk penghormatan terhadap profesi jurnalistik sekaligus upaya menjaga hubungan baik antara insan pers dan berbagai profesi dalam penyampaian informasi kepada publik.

Melalui pernyataan yang diunggah di media sosial, Hotman menyampaikan penyesalan atas ucapannya dan berharap komunikasi yang baik dapat terus terjalin dengan seluruh insan pers.

"Pernyataan maaf dari saya, Hotman Paris. Sehubungan dengan imbauan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan juga rekan-rekan wartawan lainnya. Dengan ini saya menyatakan maaf sebesar-besarnya atas pernyataan saya pada waktu konferensi pers di kasus mantan Jampidsus yang mengatakan 'lo punya otak enggak sih?'," kata Hotman.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan tersebut terlontar dalam situasi emosional ketika menghadapi pertanyaan secara beruntun pada konferensi pers. Meski demikian, Hotman menegaskan tidak memiliki maksud untuk merendahkan profesi wartawan.

"Akhirnya saya emosi karena saya sudah bolak balik mengatakan saya tidak tahu. Akhirnya saya jawab, 'kamu punya otak enggak sih?'. Maksudnya, saya sudah jawab tadi saya tidak tahu. Sebab saya tidak mungkin bertanya apa hidden agenda dari suatu institusi penegak hukum," kata dia.

Hotman kembali menegaskan permintaan maafnya kepada seluruh wartawan di Indonesia dan mengapresiasi peran media sebagai mitra dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

"Tapi terlepas dari fakta kejadian sebenarnya, waktu itu sudah sama sama emosional, tetap saya mengatakan permintaan maaf kepada wartawan tersebut dan kepada seluruh organisasi wartawan seluruh Indonesia karena selama ini saya juga sangat dekat kepada semua wartawan," ujarnya.

Sementara itu, organisasi profesi wartawan menegaskan pentingnya menjaga etika komunikasi dan saling menghormati antarpihak. Ketua Umum Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Herik Kurniawan, mengingatkan bahwa pertanyaan kritis merupakan bagian dari tugas jurnalistik dalam menghasilkan pemberitaan yang berimbang.

"IJTI mengingatkan pentingnya sikap saling menghormati dan menjaga etika komunikasi antarprofesi. Mengeluarkan pernyataan yang merendahkan profesi lain sama saja dengan mencederai nilai-nilai profesionalisme itu sendiri," katanya.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun komunikasi yang santun, profesional, dan saling menghargai antara narasumber dan insan pers sebagai bagian dari upaya memperkuat kebebasan pers, profesionalisme jurnalistik, serta penyampaian informasi yang berkualitas kepada masyarakat. (*)

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement