Jakarta, kameranusantara.id – Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mengkritik pelibatan Komponen Cadangan (Komcad) dalam pengamanan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Menurutnya, langkah tersebut berpotensi menimbulkan persoalan baru dan tidak sesuai dengan fungsi utama Komcad.
Politikus PDI Perjuangan itu menilai Komcad merupakan bagian dari sistem pertahanan negara yang dibentuk untuk menghadapi ancaman pertahanan, bukan untuk menangani aksi penyampaian pendapat di ruang publik.
TB Hasanuddin mengingatkan bahwa jika demonstran berhadapan langsung dengan personel Komcad yang berasal dari kalangan sipil atau aparatur sipil negara (ASN), risiko terjadinya gesekan sosial akan semakin besar.
“Jika terjadi benturan di lapangan, kondisi tersebut berpotensi memicu konflik horizontal yang seharusnya dapat dihindari,” ujarnya, Senin (15/6/2026).
Ia menjelaskan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara, penggunaan Komcad memiliki aturan yang ketat dan hanya dapat dilakukan dalam situasi tertentu.
Menurutnya, Komcad diperuntukkan bagi kondisi perang atau keadaan khusus yang mengancam pertahanan negara, termasuk situasi darurat tertentu yang membutuhkan dukungan komponen cadangan atas perintah Presiden.
Dalam kondisi normal dan damai, lanjutnya, Komcad seharusnya hanya menjalani pembinaan serta peningkatan kapasitas sebagai bagian dari sistem pertahanan semesta.
Karena itu, TB Hasanuddin menegaskan bahwa penempatan Komcad dalam pengamanan demonstrasi masyarakat tidak sejalan dengan tugas dan fungsi yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. (kls)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!