Kameranusantara.id - Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Takhta Suci sekaligus Utusan Khusus untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan, Paul Bekkers, menilai Indonesia berhasil menunjukkan praktik nyata dalam menjaga kebebasan beragama dan keharmonisan antarumat beragama. Penilaian tersebut disampaikannya saat mengunjungi Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa, dalam rangka peresmian NL Corner sebagai bagian dari penguatan kerja sama Indonesia–Belanda.
Menurut Bekkers, Indonesia mampu menerjemahkan nilai-nilai kebebasan beragama ke dalam kehidupan sehari-hari, termasuk melalui keterbukaan yang ditunjukkan oleh Masjid Istiqlal terhadap seluruh lapisan masyarakat.
“Bagi kami, Indonesia merupakan teladan dalam menerjemahkan kebebasan beragama dan berkeyakinan tersebut ke dalam praktik. Masjid ini juga sangat terbuka dan menyambut semua orang. Hal itu mencerminkan sikap Indonesia,” kata Bakkers.
Ia menekankan bahwa dialog antarumat beragama perlu terus diperkuat sebagai sarana membangun perdamaian, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta menyebarkan nilai-nilai positif kepada dunia. Menurutnya, dialog lintas agama tidak hanya penting bagi para pemuka agama, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya kehidupan yang harmonis.
“Dalam hal ini, saya percaya Indonesia dapat mengambil peran kepemimpinan, termasuk misalnya di dalam Organisasi Kerja Sama Islam (OIC), karena Indonesia memiliki peran yang patut menjadi teladan,” ucapnya.
Bekkers juga mengapresiasi keberadaan Masjid Istiqlal yang terhubung dengan Gereja Katedral Jakarta melalui Terowongan Silaturahim. Baginya, keberadaan fasilitas tersebut menjadi simbol kuat keterbukaan, toleransi, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman.
Ia menilai nilai-nilai tersebut menjadi dasar yang mendorong Belanda menghadirkan NL Corner di Masjid Istiqlal sebagai simbol eratnya hubungan bilateral kedua negara sekaligus komitmen bersama dalam menjunjung tinggi kebebasan beragama dan berkeyakinan.
Setelah dari Masjid Istiqlal, Bekkers melanjutkan kunjungannya ke Gereja Katedral Jakarta untuk melihat secara langsung praktik kerukunan antarumat beragama. Dalam kesempatan tersebut, ia memperoleh penjelasan mengenai pemanfaatan area parkir gereja bagi umat Muslim saat pelaksanaan Idul Fitri dan Idul Adha, serta mengetahui sejarah arsitektur Katedral Jakarta yang dirancang oleh arsitek asal Belanda.
Kunjungan Bekkers ke Indonesia yang berlangsung pada 4–11 Juli juga bertujuan mempelajari lebih jauh praktik pengelolaan kebebasan beragama dan berkeyakinan di Indonesia. Pengalaman tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral Indonesia–Belanda, termasuk dalam implementasi rencana aksi kerja sama kedua negara periode 2026–2029. (*)
















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!