WPNCL Nyatakan Penolakan terhadap Kepemimpinan Benny Wenda di ULMWP

WPNCL Nyatakan Penolakan terhadap Kepemimpinan Benny Wenda di ULMWP

JAKARTA, kameranusantara.id – Dinamika di internal gerakan pro-kemerdekaan Papua kembali mencuat. West Papua National Coalition for Liberation (WPNCL) secara resmi menyatakan tidak lagi mengakui kepemimpinan Benny Wenda dalam struktur United Liberation Movement for West Papua (ULMWP).

Sikap tersebut diambil dalam pertemuan sejumlah tokoh WPNCL di Sentani, Kabupaten Jayapura, pada 6 Februari lalu. Pertemuan itu dihadiri pemegang mandat WPNCL Ben Yanteo, pendiri WPNCL Alex Makabori, anggota Zet Giyai, serta Panglima TPN OPM WPNCL Terianus Sato bersama sejumlah perwakilan lainnya.

Dalam keterangan tertulis, Ben Yanteo menyebut keputusan diambil setelah mengevaluasi arah kepemimpinan ULMWP yang dinilai tidak lagi sejalan dengan kesepakatan awal pembentukannya. Ia menegaskan bahwa saat didirikan melalui Deklarasi Saralana 2014, ULMWP disepakati sebagai wadah koordinatif antar faksi, bukan organisasi dengan kepemimpinan tunggal yang dominan.

Menurut WPNCL, pola kepemimpinan ULMWP saat ini dianggap telah menyimpang dari semangat kolektif tersebut. Karena itu, mereka menyatakan siap mengambil alih kepemimpinan organisasi sebagai bagian dari koreksi internal.

Ben Yanteo juga menyinggung rotasi kepemimpinan yang sebelumnya disebut-sebut akan berganti pada 2020. Namun hingga kini, posisi pimpinan ULMWP masih dipegang Benny Wenda yang bermukim di Oxford, Inggris.

Selain itu, WPNCL mengklaim telah memiliki konsep konstitusi pemerintahan sementara sejak 2003, jauh sebelum ULMWP terbentuk maupun sebelum deklarasi pemerintahan sementara yang diumumkan Benny Wenda beberapa waktu lalu.

Dalam waktu dekat, WPNCL berencana menggelar rapat kerja guna merumuskan strategi politik lanjutan pasca pernyataan sikap tersebut. Perbedaan pandangan ini menandai adanya fragmentasi di tubuh gerakan pro-kemerdekaan Papua, khususnya terkait arah kepemimpinan dan strategi perjuangan ke depan. (kls)

Olahraga

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Konflik Global Memanas, FIFA Tetap Targetkan Piala Dunia 2026 Diikuti Semua Negara

Jakarta, Kamerranusantara.id- Meski dinamika geopolitik global tengah memanas, badan sepak bola dunia FIFA menegaskan keinginannya agar Iran tetap

Advertisement