Kameranusantara.id - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyatakan dukungannya terhadap langkah Komisi Yudisial (KY) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) dalam memperkuat pengawasan terhadap transaksi keuangan hakim sebagai upaya menjaga independensi dan integritas lembaga peradilan.
Menurut Sahroni, sinergi antara KY dan PPATK merupakan langkah strategis untuk memastikan sistem peradilan berjalan secara bersih, objektif, dan bebas dari berbagai bentuk intervensi.
"Pengawasan ini jadi penting demi memastikan profesi hakim memutus perkara hanya berdasarkan fakta, hukum, dan hati nurani. Tanpa intervensi apapun," kata Sahroni di Jakarta, Rabu.
Ia menegaskan bahwa hakim memiliki peran penting dalam menegakkan keadilan sehingga profesionalisme dan integritas harus terus dijaga. Oleh karena itu, pengawasan yang efektif dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan.
Sahroni juga mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap peningkatan kesejahteraan hakim melalui kebijakan kenaikan gaji. Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan semakin mendorong profesionalisme serta memperkuat komitmen aparat peradilan dalam menjalankan tugas secara berintegritas.
Ia menekankan bahwa praktik suap maupun bentuk penyimpangan lainnya tidak boleh lagi terjadi karena dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.
"Pengawasan oleh KY dan PPATK harus terus diperkuat agar tidak ada oknum yang merusak muruah peradilan kita," kata dia.
Sebelumnya, Komisi Yudisial memperkuat mekanisme pengawasan terhadap hakim melalui pemanfaatan analisis transaksi keuangan dari PPATK. Data tersebut akan digunakan sebagai salah satu instrumen untuk menelusuri dugaan pelanggaran etik, praktik transaksional di lingkungan peradilan, hingga indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU).
Kolaborasi kedua lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat akuntabilitas, meningkatkan transparansi, serta menjaga marwah lembaga peradilan sebagai pilar utama penegakan hukum di Indonesia. (hni)















Komentar
Tuliskan Komentar Anda!