Pangdam IM Tegaskan Tembakan Peringatan di Pidie Gunakan Peluru Hampa dan Karet

Pangdam IM Tegaskan Tembakan Peringatan di Pidie Gunakan Peluru Hampa dan Karet

Kameranusantara.id - Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM) Brigjen TNI Mahesa Fitriadi memastikan pihaknya tengah melakukan investigasi internal terkait bentrokan antara aparat TNI/Polri dan masyarakat saat penertiban bendera Bulan Bintang di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh.

Mahesa menyampaikan bahwa pemeriksaan masih berjalan dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan keterangan serta memastikan fakta-fakta di lapangan sebelum hasilnya disampaikan kepada publik.

"Kami masih mendalami secara internal, kami akan mengadakan investigasi," kata Brigjen TNI Mahesa Fitriadi di Aceh Besar, Jumat (6/11/2026) dikutip dari Antara.

Dalam kesempatan tersebut, Mahesa juga menegaskan bahwa tidak ada personel TNI AD yang menggunakan amunisi tajam selama proses penertiban berlangsung.

"Saya meyakini dan pertanggungjawabkan, tidak ada satu butir pun munisi tajam," katanya.

Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra serta Kapolda Aceh di ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar.

Bentrokan di Desa Pulo Keunari bermula saat personel TNI/Polri melakukan penertiban bendera Bulan Bintang dalam rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan tersebut memicu ketegangan dengan warga hingga berujung bentrokan fisik.

Mahesa menjelaskan, sebelum situasi memanas, personel TNI telah berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai penertiban bendera. Namun, kondisi berubah setelah aparat mendapat serangan lemparan batu dari sejumlah arah, yakni depan, belakang, kiri, dan kanan posisi personel.

Situasi yang semakin sulit dikendalikan membuat Komandan Kodim (Dandim) memerintahkan anggota untuk mundur. Meski demikian, menurut Mahesa, masyarakat masih mengejar personel yang berusaha meninggalkan lokasi.

Dalam kondisi tersebut, aparat melepaskan tembakan peringatan menggunakan peluru hampa dan peluru karet ke arah atas. Mahesa menegaskan bahwa tembakan tersebut tidak ditujukan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan penertiban itu, sebanyak 272 personel dikerahkan. Namun, tidak seluruh anggota dibekali senjata. Penggunaan senjata hanya dilakukan oleh personel tertentu untuk mendukung pengamanan dan memberikan peringatan apabila situasi memburuk.

Untuk mendukung proses investigasi, seluruh personel yang terlibat belum dikembalikan ke satuan masing-masing. Mereka masih dikonsolidasikan di Kodim Pidie guna memudahkan pemeriksaan dan pendalaman keterangan. Senjata yang digunakan dalam kegiatan tersebut juga telah dipisahkan.

"Kalau nanti sudah ada hasilnya, tentu kami beritahu, tentunya dalam dua hari ini kami belum bisa, karena ada proses yang kami lakukan," ujarnya.

Tim internal TNI juga dijadwalkan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dalam waktu dekat untuk melakukan pemeriksaan langsung.

Bentrokan tersebut menyebabkan 14 warga menjadi korban, terdiri dari 13 orang mengalami luka-luka dan satu orang meninggal dunia akibat luka di bagian dada. Selain itu, enam personel TNI turut dilaporkan mengalami luka-luka.

Mahesa mengimbau masyarakat, khususnya warga Kecamatan Tiro, agar tetap tenang dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban di wilayah tersebut.

"Kami mohon untuk seluruh masyarakat khususnya di Tiro, kami juga menghimbau untuk tidak panas, mari kita sama-sama menjaga situasi yang aman, tertib, damai," tutur Brigjen Mahesa Fitriadi. /anna

Olahraga

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Argentina Melaju ke Final Piala Dunia 2026, Messi Soroti Semangat Juang Albiceleste

Kameranusantara.id - Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi menyampaikan keberhasilan Albiceleste melaju ke final Piala Dunia 2026 merupakan

Advertisement