Pemerintah Siapkan Solusi Gas Industri Mahal, 55 Ribu Pekerja Terancam PHK

Pemerintah Siapkan Solusi Gas Industri Mahal, 55 Ribu Pekerja Terancam PHK

Jakarta, kameranusantara.id - Pemerintah bergerak cepat mencari jalan keluar atas tingginya harga gas industri yang dinilai mengancam keberlangsungan usaha sejumlah perusahaan dan berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk menangani persoalan tersebut, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK yang dipimpin Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

Prasetyo mengatakan pemerintah saat ini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan sektor industri yang bergantung pada pasokan gas tetap dapat beroperasi secara normal.

“Mungkin dalam satu hingga dua hari ke depan akan ada keputusan untuk memastikan sektor industri yang membutuhkan gas dapat terus berjalan sebagaimana mestinya,” ujar Prasetyo usai rapat bersama pemangku kepentingan di DPR, Jumat (26/6/2026).

Menurutnya, pemerintah berupaya menjaga keberlangsungan aktivitas industri sekaligus mencegah terjadinya pengurangan tenaga kerja akibat tingginya biaya energi.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan sekitar 55 ribu pekerja berada dalam posisi rentan kehilangan pekerjaan apabila persoalan harga gas tidak segera diselesaikan.

Ia menyebut sejumlah perusahaan mulai terdampak, bahkan ada yang telah menghentikan operasionalnya. Salah satu perusahaan yang disebut telah melakukan PHK adalah PT Granito.

Menurut Andi Gani, kondisi saat ini sudah sangat mendesak sehingga diperlukan langkah konkret dari pemerintah untuk menyelamatkan industri dan lapangan kerja.

“Situasinya sangat kritis. Kami berharap kebijakan yang segera diumumkan pemerintah dapat menjadi solusi bagi industri dan pekerja,” katanya.

Persoalan gas industri juga mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad. Dalam sebuah forum ketenagakerjaan pekan lalu, Dasco bahkan langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, untuk meminta penjelasan terkait langkah yang akan diambil perusahaan dalam mengatasi persoalan tersebut.

Menanggapi hal itu, Simon menyatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan PGN sebagai anak usaha Pertamina yang bergerak di sektor distribusi gas.

Ia menegaskan Pertamina berkomitmen melakukan berbagai penyesuaian dan perbaikan guna mendukung kebutuhan industri nasional, termasuk upaya menciptakan harga gas yang lebih kompetitif. Pemerintah kini diharapkan segera mengumumkan kebijakan baru agar aktivitas industri tetap terjaga dan ancaman PHK massal dapat dicegah. (kls)

Olahraga

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Klasemen Super League Memanas, Persib Masih Teratas Dikejar Borneo FC

Jakarta, kameranusantara.id - Persaingan di Indonesia Super League kian sengit setelah pekan ke-28 rampung. Persib Bandung masih bertahan di puncak

Advertisement